Menteri Sosial janjikan modal usaha bagi penyandang disabilitas

id pelatihan penyandang disabilitas,usaha penyandang disabilitas,bbrvbd

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) melihat seorang penyandang disabilitas yang sedang mengikuti pelatihan service HP di BBRVBD Cibinong, Rabu (14/5/2019). (ANTARA/Desi Purnamawati)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menjanjikan modal usaha bagi penyandang disabilitas lulusan Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa yang ingin mandiri.

"Saya akan persiapkan satu kebijakan, yang nanti lulus, kalau ada yang ingin membuka usaha sendiri kami akan siapkan modalnya," katanya usai meninjau Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa (BBRVBD) di Cibinong, Rabu.

Dia mengatakan modal usaha bisa diberikan untuk kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dengan nilai Rp5 juta per unit usaha dan Kelompok Usaha Bersama (Kube) dengan besaran Rp20 juta per kelompok.

"Dananya tidak perlu dari APBN. Kita ingin ke depan banyak wirausahawan yang lahir dari sini, dan saya yakin teman-teman tidak akan kalah," katanya.

Menteri Sosial didampingi Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Edi Suharto, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hartono Laras dan pejabat kementerian yang lain meninjau BBRVPD di Cibinong untuk melihat langsung fasilitas latihan keterampilan bagi para penyandang disabilitas.

Di sana, 120 penyandang disabilitas dididik dan dilatih keterampilan menjahit, komputer, desain grafis dan percetakan, elektro, pekerjaan logam serta otomotif selama enam bulan.

Selain melatih di balai, BBRVPD juga melakukan penjangkauan ke luar balai dan melatih 250 orang penyandang disabilitas.

Pelatihan keterampilan, menurut Agus, ditujukan untuk meningkatkan kemampuan para penyandang disabilitas agar mereka bisa mandiri.

Kementerian Sosial sudah memberikan bantuan asistensi kepada 22.500 penyandang disabilitas pada 2019.

Baca juga: Wapres Argentina memotivasi penyandang disabilitas Indonesia
 

Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar