Jelang Idul Fitri Wagub tak ingin harga di Papua Barat bergejolak

id Wagub Papua Barat,Mohamad Lakotani,harga kebutuhan pokok,Idul Fitri

Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat, Mohamad Lakotani (FOTO ANTARA/Toyiban)

Manokwari (ANTARA) - Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat, Mohamad Lakotani tidak menginginkan harga bahan pokok di daerah tersebut mengalami gejolak yang berlebihan menjelang Idul Fitri 1440 Hijriah.

"Dinas Perindustrian dan Perdagangan saya harapkan sudah melakukan antisipasi jauh-jauhi hari. Koordinasi dengan pihak-pihak terkait jangan sampai putus," kata Wagub di Manokwari, Minggu.

Menurutnya, pengalaman setiap menyambut hari-hari besar keagamaan harus menjadi pembelajaran. Ia tak ingin pemerintah daerah kecolongan.

"Bahan-bahan seperti bawang merah, bawang putih, cabai, daging, ayam potong, telur dan bahan pokok lain harus terpantau. Pastikan stok tersedia dan yang lebih penting jangan sampai ada permainan pasar," ujarnya.

Saat ini, lanjut Wagub, masyarakat sedang diresahkan dengan kenaikan harga bawang putih. Selain dengan distributor, koordinasi harus dilakukan dengan pemerintah pusat.

"Selama ini seluruh daerah di Indonesia masih mengharapkan impor. Pastikan Papua Barat mendapat jatah yang cukup sehingga tidak terjadi kelangkaan," katanya.

Untuk bawang merah, lanjut Lakotani, Papua Barat masih mengharapkan pasokan dari wilayah Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat.

Ia menginstruksikan Disperindag berkoordinasi dengan pihak pelayaran agar distribusi pada jalur laut berjalan lancar.

"Begitu juga telur, kita masih berharap pasokan dari Surabaya. Harus dipastikan arus kapal lancar sehingga tidak terjadi keterlambatan," kata Wagub.

Untuk cabai rawit dan cabai merah, ia berharap pasokan dari petani lokal berjalan lancar. Begitu pula dengan arus distribusi agar dipastikan sehingga tidak terjadi kesenjangan harga antardaerah.

"Masyarakat pernah merrasakan 1 kilogram cabai mencapai harga 120 ribu. Padahal di tingkat petani harganya tidak sampai segitu. Hal-hal seperti ini tidak boleh terulang," demikian Mohamad Lakotani.

Baca juga: Papua Barat ajukan izin impor langsung bawang putih hadapi Idul Fitri

Baca juga: Kemendag: Stok bahan pokok di Papua Barat aman

Baca juga: Stok beras 40.652 ton, Bulog Papua-Papua Barat: Cukup untuk 3,4 bulan

Pewarta : Toyiban
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar