DLU angkut 760 pemudik Batulicin-Surabaya-Makassar

id tanah bumbu

Kapal PT DLU Batulicin. (Antaranews Kalsel/ist/sjd)

Tanah Bumbu (ANTARA) - PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, telah mengangkut 760 penumpang yang hendak mudik Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah melalui Pelabuhan Samudra Batulicin - Tanjung Perak Surabaya - Makassar.

Kepala PT DLU Cabang Batulicin, Jamarin, di Tanah Bumbu, Sabtu, mengatakan sebanyak 760 pemudik diberangkatkan menggunakan KM Kirana IX dan KM Dharma Fery III.

"Untuk KM Kirana IX rencananya akan melayani penumpang rute Batulicin-Surabaya dengan membawa penumpang lebih 500 jiwa, sedangkan KM Dharma Fery III melayani rute Batulicin-Makassar dengan membawa penumpang sekitar 260 orang," ujar Jamarin.

Kapal rute Batulicin-Makassar, manajemen PT DLU akan mengakhiri pelayaran pada 2 Juni 2019 Pukul 01.00 Wita. Sedangkan rute Batulicin - Surabaya terakhir pelayaran pada 3 Juni Pukul 19.00 Wita.

Khusus untuk angkutan lebaran tahun ini, PT DLU Cabang Batulicin juga menjalin kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III untuk menyediakan armada kepada penumpang lanjutan setelah turun dari pelabuhan tujuan.

Realisasinya penumpang kapal dari Pelabuhan Samudra Batulicin yang sudah sampai di Pelabuhan Tanjung Perak akan difasilitasi menggunakan mobil bus oleh Pelindo III Batulicin menuju kampung halaman mereka.

Untuk rute yang disediakan mulai dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju kota Malang, Blitar, Trenggalek, Pobolinggo, Jember, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi tanpa dipungut biaya atau gratis.

"Hal tersebut tujuannya untuk meringankan beban biaya hidup masyarakat untuk melaksana mudik lebaran sampai di kampung halaman mereka," katanya.

Selain itu, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang kapal PT DLU Cabang Batulicin juga menggandeng TNI AL untuk melakukan pengamanan selama kapal berlayar dengan menugaskan beberapa prajurit yang bersenjata lengkap baik di pelabuhan dan di dalam kapal.

Pewarta : Imam Hanafi/Sujud Mariono
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar