Sedikitnya 34.630 orang naik dari stasiun Daop Surabaya

id Daop Surabaya, Penumpang naik di Stasiun Daop 8 Surabaya

Ilustrasi - Penumpang menunggu kereta api di Stasiun Gubeng Surabaya, Jawa Timur, Senin (3/6/2019). PT KAI Daop 8 Surabaya mencatat jumlah penumpang kereta api di stasiun-stasiun di wilayahnya sejak tanggal 26 Mei 2019 (H-10 Lebaran 2019) sampai tanggal 3 Juni 2019 (H-2 Lebaran 2019) sebanyak 326.459 penumpang naik dan 279.275 penumpang turun. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.

Surabaya (ANTARA) - Sedikitnya 34.630 orang naik dari beberapa stasiun yang menjadi wilayah Daop 8 Surabaya pada H-1 Lebaran, Senin, turun dibanding hari sebelumnya Minggu (2/6) yang mencapai 34.887 orang.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto di Surabaya, Jawa Timur,  mengatakan jumlah penumpang tertinggi yang naik terjadi pada 1 Juni 2019 yang mencapai 41.235 orang, atau puncak arus mudik.

Ia mengatakan dari enam stasiun yang masuk dalam catatan Daop 8 Surabaya, Stasiun Gubeng Surabaya menjadi stasiun terpadat selama arus mudik 2019 dan hari ini penumpang yang naik dari Gubeng mencapai 9.404 orang.

"Sisanya ada di Stasiun Surabaya Pasarturi, Sidoarjo, Malang dan Bojonegoro," kata Suprapto.

Sementara itu untuk penumpang turun, Suprapto mengatakan, untuk hari ini total mencapai 25.645 orang, jumlah itu turun dibanding Minggu (2/6) yang mencapai 26.039 orang.

Sama halnya penumpang naik, penumpang turun terpadat ada di Stasiun Gubeng Surabaya, dengan total mencapai 5.433 orang, disusul Stasiun Pasar Turi, Malang, Surabaya Kota dan Stasiun Bojonegoro.

Sementara itu untuk kumulatif penumpang yang naik di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya dari H-10 (26/5) sampai H-3 (2/6) berjumlah total penumpang naik mencapai 291.829 orang, atau naik 22 persen dari tahun 2018, yang mencapai 239.862 penumpang.

Rinciannya, KA Eksekutif 47.597 penumpang, Kelas Bisnis 7.313 penumpang, Kelas Ekonomi 105.366 penumpang dan Kelas Lokal Ekonomi 131.553 penumpang.
Baca juga: Daop Surabaya siagakan 175 petugas ekstra di jalur rawan kereta api

 


Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar