Ribuan keluarga miskin Mukomuko terima pembagian ranstra

id Mukomuko,beras sejahtera,rastra,pkh

Bupati Mukomuko, Provinsi Bengkulu Choirul Huda memberikan pengarahan saat penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan tahap satu kepada keluarga miskin yang menerima bantuan ini. (Foto Istimewa)

Mukomuko (ANTARA) - Sebanyak 9.217 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di sejumlah wilayah di daerah ini telah menerima pembagian bantuan sosial beras sejahtera (Ranstra) bulan Juni 2019 dari Perum Bulog Divisi Regional Bengkulu.

“Pengiriman ranstra dari Bulog ke sejumlah wilayah seperti Kecamatan Ipuh seminggu yang lalu. kini seluruh warga KPM yang tersebar di sejumlah wilayah di daerah ini telah menerima pembagian beras tersebut,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko Saroni di Mukomuko, Rabu.

Sebanyak 9.217 KPM beras sejahtera (Rastra) tahun 2019 tersebut, berkurang dari kuota penerima bantuan Ranstra tahun ini sebanyak 9.221 keluarga karena beberapa keluarga di antaranya pindah dari daerah ini.

Ia menyatakan, meskipun masih ada sejumlah KPM bantuan sosial ranstra di daerah ini yang diduga keluarga yang tergolong ekonomi mampu, pindah dari daerah ini dan meninggal dunia, namun jumlah penerima bansos ini tetap sama.

“Penerima bansos ini tetap sama seperti sebelumnya yakni sebanyak 9.217 keluarga atau sesuai dengan nama dan alamat penerima bansos yang tercatat di instansi ini. Belum pergantian penerima bantuan,” ujarnya.

Ia mencatat, sebanyak 151 keluarga yang selama ini menerima manfaat baik bantuan sosial (bansos) ranstra maupun Program Keluarga Harapan yang tidak layak lagi menerima bantuan tersebut.

Sebanyak 151 keluarga ini tidak layak lagi menerima bansos dengan dasar mereka sudah tergolong mampu secara ekonomi, pindah tempat tinggal dari daerah ini ke tempat lain, selain itu ada pula yang meninggal dunia.

Ia menyatakan, meskipun sebanyak 151 keluarga ini tidak layak menerima bansos, namun seratusan keluarga ini sampai sekarang masih terdaftar sebagai penerima PKH dan rastra.

Ia mengatakan, rencananya instansinya mengusulkan pencoretan nama sebanyak seratusan keluarga miskin di daerah ini setelah masuk dalam daftar nama keluarga miskin yang menjadi pengganti untuk menerima bansos selanjutnya.

Instansinya telah menyiapkan data sebanyak 151 keluarga yang tergolong ekonomi miskin yang tersebar di sejumlah wilayah di daerah ini sebagai calon pengganti untuk menerima bantuan sosial.

Baca juga: Pemerintah terus kawal penyaluran rastra hingga ke distrik

Baca juga: Skema bantuan pangan nontunai dinilai lebih efektif ketimbang rastra


Pewarta : Ferri Aryanto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar