Bandara Lombok luncurkan layanan video call untuk jamaah haji

id Bandara Internasional Lombok,Lombok Internasional Lombok,Jemaah Haji NTB,Angkasa Pura I,Layanan Video Call

General Manager Angkasa Pura I Lombok Internasiona Airport (LIA) atau Bandara Internasional Lombok (BIL) Nugroho Jati.(ANTARA/Nur Imansyah).

Lombok Tengah, NTB (ANTARA) - Manajemen Angkasa Pura I Lombok Internasional Airport (LIA) membuat terobosan baru dengan meluncurkan program #Milenial2019 menggunakan layanan video call yang diperuntukkan untuk calon jamaah haji asal Nusa Tenggara Barat.

General Manager PT Angkasa Pura I LIA, Nugroho Jati di Praya, Rabu, mengatakan program #Milenial2019 bertujuan memberikan informasi bermanfaat bagi keluarga pengantar calon jemaah haji (CJH).

"Bagi keluarga jamaah haji bisa menggunakannya untuk sarana video call dan di dalamnya. Jadi tidak perlu repot-repot ke bandara mengantar, cukup video call lewat WhatsApp, Line, Facebook, Skype, dan Facetime, keluarga jemaah haji bisa langsung bertatap muka tanpa harus ke bandara berdak-desakn," ucapnya.

Baca juga: Sebanyak113 calon haji Lombok Barat kategori risiko tinggi

Ia menjelaskan, dalam #Milenial2019 juga terdapat informasi tentang barang bawaan berbahaya yang dilarang untuk dibawa ke dalam tas kabin pesawat.

"Semoga ini akan menjadi bermaafaat bagi kekuarga pengantar calon jamaah haji NTB," katanya.
Baca juga: Kloter pertama jamaah haji NTB diberangkatkan dari bandara Lombok

Diketahui jumlah CJH Embarkasi Lombok sebanyak 4.967 orang dari kuota awal 4.476 jamaah. Penambahan itu sesuai kebijakan pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia ditambah 10 ribu jamaah lalu dibagi dengan 34 provinsi di Indonesia, NTB mendapatkan tambahan 398 JCH.

Penambahan itu dialokasikan untuk Lansia, pendamping serta jamaah dengan nomor porsi berikutnya yang berstatus sebagai jamaah haji cadangan. JCH Embarkasi Lombok akan berangkat dengan 11 Kloter, di mana kloter pertama diberangkatkan pada 7 Juli 2019.
Baca juga: Pemberangkatan calon haji Lombok tertunda delapan jam

Pewarta : Nur Imansyah
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar