Polri enggan komentari jenderal diperiksa Tim Pakar kasus Novel

id Mohammad iqbal,Tim pakar,Novel baswedan

Kadivhumas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Jakarta (ANTARA) - Kadivhumas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan bahwa saat ini Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian masih mempelajari laporan hasil kerja Tim Pakar terkait investigasi kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.

Iqbal pun mengaku tidak tahu menahu mengenai nama-nama jenderal bintang tiga yang diperiksa Tim Pakar dalam kasus tersebut.

"Pak Kapolri sedang mempelajari. Kami sebagai pejabat utama Mabes Polri belum tahu hasilnya itu," kata Irjen Iqbal di Lapangan Monas, Jakarta, Rabu.

Baca juga: Polri sebut TGPF temukan fakta menarik kasus Novel

Baca juga: KPK belum terima hasil laporan tim gabungan kasus Novel Baswedan

Baca juga: Kapolri enggan komentari habisnya masa kerja tim Satgas Novel Baswedan


Pihaknya menyebut tim ini sebagai Tim Pakar, bukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

"Tim Pakar namanya, bukan TGPF. Dia (tim) mencari fakta-fakta dan klarifikasi (kasus Novel)," katanya.

Sebelumnya, anggota Tim Pakar, Prof. Hermawan Sulistyo mengatakan timnya telah memeriksa beberapa perwira tinggi berpangkat bintang tiga atau komisaris jenderal dalam kasus teror penyiraman air keras terhadap Novel.

Pasalnya ada isu bahwa jenderal polisi aktif diduga terlibat kasus ini sehingga Tim Pakar pun memeriksa jenderal-jenderal yang dicurigai terlibat tersebut.

"Dalam kasus ini, ada jenderal-jenderal bintang tiga yang diperiksa. Semua (yang dicurigai) kami periksa lagi," kata Hermawan.

Namun demikian, kata dia, pihaknya enggan menyebut nama para jenderal yang dimintai keterangan oleh Tim Pakar itu.

Hermawan mengatakan bahwa semua hasil kerja tim telah disusun dan diserahkan kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk dipelajari. Ada sejumlah temuan dalam investigasi tim terkait kasus ini.

Pekan depan, pihaknya akan membeberkan temuan-temuan tersebut ke publik.

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar