Polri: Aspek keamanan modal utama negara jaga kedaulatan

id Mohammad iqbal,Indo security expo

Kadivhumas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal (tengah) dan Karo PID Polri Brigjen Pol Syahar Diantono (kanan) mengunjungi pameran Indo Security Expo and Forum di Plennary Hall JCC, Senayan, Jakarta. (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan dalam perspektif keamanan nasional, keamanan negara dan ketertiban masyarakat merupakan modal suatu negara untuk survive.

"Ini adalah modal. Sama halnya dengan keamanan, mungkin juga bukan segala-galanya, tetapi tanpa keamanan semua yang ada di dalam Negara tidak ada apa apanya," ujar Iqbal, melalui siaran pers, Jumat.

Hal itu dikatakannya saat mengunjungi pameran Indo Security Expo and Forum di Plennary Hall JCC, Senayan, Jakarta.

Pameran tersebut sangat ramai dikunjungi masyarakat.

Selain Kadivhumas Polri, ada pula Karo PID Divhumas Polri Brigjen Pol Syahar Diantono dan Kabag Proddok Divhumas Polri Kombes Pol Goenawan Dwianto mengunjungi pameran tersebut.

Dalam kunjungannya itu, Iqbal mengunjungi beberapa gerai pameran yang diisi oleh kesatuan dari Polri diantaranya, Div TIK Polri, Pol Air Polri, Satlantas Polri, Pusdokkes Polri, Pus Inafis Polri dan Divisi Humas Polri.

Selain mengunjungi pameran, Iqbal juga menyempatkan diri mengunjungi kompetisi siber (Cyber Competition) yang diinisiasi oleh Polri yang didukung Divisi Humas Polri bersama Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII).

Mantan Karo Penmas itu menjelaskan, Cyber Competition diikuti oleh para milenial yang memiliki kemampuan dalam mengantisipasi akses ilegal dan hacker ini sejalan dengan program yang dicanangkan oleh Presiden RI tentang manajemen talenta.

"Kaitan Cyber Competition dengan pameran ini adalah pameran ini sangat menunjang aspek keamanan itu sendiri. Karena banyak institusi kelembagaan yang ikut memamerkan alat-alat yang menunjang faktor keamanan. Karena keamanan pada era sekarang mutlak harus ditunjang oleh tools dan instrumen-instrumen yang ada dan super canggih," kata Iqbal.

Menurutnya, pameran ini harus dikembangkan dan diadakan secara berkelanjutan.

"Contohnya kota Jakarta, smart city dan semua teknologi keamanan sudah ada dan sudah diterapkan di semua bangunan, semua institusi kelembagaan dan di semua perusahaan, itu juga sama saja menunjang tugas-tugas Kepolisian dalam aspek keamanan seperti adanya CCTV dan Face Recognition," kata Iqbal. 

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar