Gempa Jembrana dirasakan di Kuta Bali

id GEMPA, TEKTONIK, BALI, JEMBRANA, BMKG

Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar, M. Taufik Gunawan (kanan). Antaranews Bali/Fikri Yusuf

Badung (ANTARA) - Gempa bumi tektonik berkekuatan 4,9 SR yang kemudian dimutakhirkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi 4,6 SR yang terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali, Rabu pada pukul 08.29 WITA, dirasakan hingga wilayah Kuta, Kabupaten Badung.

"Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Kuta dengan skala IV MMI, kemudian dirasakan di wilayah Denpasar, Banyuwangi dan Jember dengan skala III MMI serta di wilayah Gianyar, Tabanan dan Lombok Utara skala II MMI," ujar Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar, M. Taufik Gunawan, Rabu.

Dari hasil analisa BMKG, menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut episenternya terletak pada koordinat 8,98 LS dan 114,17 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 84 km barat daya Jembrana dan kedalaman 71 km.

"Hasil pemodelan kami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Taufik Gunawan.

Ia menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi berkedalaman menengah itu diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault)," katanya

Terkait gempa tersebut, ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," ujar Taufik Gunawan.

Baca juga: Gempa rusak dua sekolah di Jembrana-Bali
Baca juga: Gempa Jembrana tak guncang pariwisata Bali
Baca juga: Gempa Jembrana sebabkan kerusakan bangunan di Jember

Pewarta : Naufal Fikri Yusuf
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar