BMKG ingatkan potensi hujan lebat akhir pekan

id BMKG,hujan lebat,bahaya hujan lebat,wilayah hujan lebat

BMKG (id.wikipedia.org)

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengingatkan potensi hujan lebat di akhir pekan ini di beberapa tempat di Indonesia.

BMKG dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat, mengingatkan potensi hujan lebat terjadi pada 26-28 Juli 2019.

Potensi hujan lebat itu terjadi akibat intrusi massa udara kering dari Belahan Bumi Selatan (BBS) melintasi wilayah NTT bagian timur, Laut Banda, Kepulauan Tanimbar, Papua bagian selatan dan Laut Arafuru.

Kondisi tersebut mengurangi kelembaban udara/massa udara basah di lapisan bawah dan menengah sehingga menyebabkan berkurangnya potensi hujan di wilayah yang dilewatinya.

Namun demikian, kondisi tersebut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan pada wilayah di depan area intrusi massa udara kering akibat terbentuknya massa udara yang basah dan lembab di lapisan bawah.

Massa udara basah lapisan rendah terkonsentrasi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Belitung, sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua bagian utara.

Daerah yang memiliki potensi konvektif dari faktor lokal dengan nilai indeks labilitas atmosfer sedang/kuat terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Maluku.

Sirkulasi siklonik terdapat di Papua dan di Samudra Pasifik timur Filipina. Konvergensi memanjang dari NTT hingga Laut Jawa, di utara Kalimantan dan di Papua.

Beberapa wilayah seperti Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah serta Papua berpotensi mengalami hujan lebat pada Jumat. Pada Sabtu (27/7), kondisi tersebut juga masih berlaku untuk wilayah tersebut ditambah dengan wilayah Papua Barat.

Sementara Minggu (28/7), wilayah Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Papua Barat dan Papua masih akan mengalami hujan lebat ditambah dengan wilayah Sumatera Utara.

Sementara itu, wilayah lain yaitu Aceh, Kalimantan Barat serta Maluku Utara berpeluang diterpa hujan dengan intensitas lebih lebat disertai angin kencang dan kilat/petir pada Jumat. Pada 27-28 Juli kondisi itu masih berlaku untuk Aceh dan Maluku Utara.

BMKG terus mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di beberapa wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga disertai angin kencang dan petir/kilat tersebut untuk selalu berhati-hati ketika beraktivitas di luar ruang serta persiapkan diri dengan peralatan antisipasi hujan.

Baca juga: Sekolah lapang iklim BMKG jadi contoh literasi iklim Asia-Pasifik

Baca juga: Alat pendeteksi gempa sesar Palu Koro dicuri orang

 

Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar