Tim teknis kasus Novel Baswedan mulai bekerja Agustus

id Novel baswedan,Tim teknis,Dedi prasetyo

Dokumentasi pengunjuk rasa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menggelar aksi di kawasan Mabes Polri, Jakarta, Senin (15/7/2019). Mereka menyampaikan kinerja satuan tugas kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan, cenderung hanya melakukan tindakan yang bersifat formalitas dan tidak transparan. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).

Jakarta (ANTARA) - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian Indonesia Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, berkata, tim teknis kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan akan bekerja mulai Agustus 2019 mendatang.

Tim yang dipimpin Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia Komisaris Jenderal Polisi Idham Azis ini beranggotakan puluhan polisi terbaik.

"Pada 1 Agustus akan disiapkan. Yang jelas sudah disiapkan personel tim teknis yang memiliki kompetensi terbaik. Lebih dari 50 orang bahkan sampai 90 orang yang akan dilibatkan. Bekerja mulai Agustus," kata Prasetyo, di Markas Besar Kepolisian Indonesia, di Jakarta, Selasa.

Juga baca: Rocky Gerung soroti putusan kasasi Syafruddin dan kasus Novel Baswedan

Juga baca: Kompolnas minta Tim Teknis juga telisik kasus buku merah

Juga baca: KPK berharap hasil investigasi tim gabungan temukan penyerang Novel

Ia berkata, polisi optimistis dalam waktu tiga bulan tim ini akan bekerja maksimal dan mampu membuahkan hasil. Presiden Joko Widodo sendiri memberikan waktu kepada tim teknis tiga bulan untuk bekerja optimal.

"Mohon doa masyarakat untuk mendukung tim agar hasilnya maksimal," ujar Prasetyo.

Tim teknis dibentuk berdasarkan rekomendasi dari tim pencari fakta kasus Novel Baswedan yang telah mengumpulkan fakta dan data terkait kasus itu selama masa kerja enam bulan.

Tim itu menyebut motif penyerangan diduga karena sakit hati dan balas dendam dari seseorang yang kasusnya pernah ditangani Baswedan.

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar