Demokrat: Pertemuan Jokowi dan SBY bisa terjadi kapan saja di Agustus

id Jokowi,Sby

Ketua DPP Partai Demokrat Jensen Sitindaon (kiri) usai diskusi publik di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2019). ANTARA/Prisca Triferna/aa

Jakarta (ANTARA) - Kepastian pertemuan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono masih belum bisa dikonfirmasi dan dapat terjadi kapan saja pada Agustus, ujar Ketua DPP Partai Demokrat.

"Pastinya kita tunggu saja tanggal bertemunya. Karena kalau kita bicara bulan Agustus, ada juga tanggal 17 Agustus saat mantan-mantan Presiden datang ke Istana, kalau memang Pak SBY datang. Kalau kata Pak Syarief kan bulan Agustus," ungkap Jensen Sitindaon ketika ditemui dalam acara diskusi publik yang diadakan Vox Point Indonesia di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat.

Baca juga: Demokrat sebut pertemuan SBY-Jokowi masih dijadwalkan

Baca juga: Rencana pertemuan Jokowi dan SBY, bisa jadi contoh damainya politik


Jensen juga menegaskan bahwa pertemuan tersebut pasti akan diketahui publik jika terjadi.

Dia juga menegaskan bahwa pertemuan para elite politik, seperti yang dilakukan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, harus diapresiasi dan merupakan langkah yang baik.

"Kami bersyukur Partai Demokrat sudah jauh lebih dulu melakukan itu, mendahului yang dilakukan Gerindra. Makanya itu bagus. Kami tidak ingin komentar lebih juga tentang itu," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan mengatakan SBY akan melakukan pertemuan dengan Jokowi pada Agustus 2019. Dia juga direncanakan bersilaturahmi dengan para ketua umum partai politik.

Meski detail waktu pertemuan masih belum ditentukan, banyak yang melihat hal tersebut sebagai harapan adanya koalisi politik antara kedua tokoh tersebut.

Mengenai hal tersebut, Jensen menegaskan masalah pemilihan menteri adalah urusan calon presiden terpilih.

"Itu urusan Pak Jokowi, ini periode kedua dia jadi Presiden. Pak Jokowi kenal semua ini orang. Apa kebutuhan Pak Jokowi lima tahun ke depan Pak Jokowi juga yang tahu," tegasnya.

Baca juga: Pakar sebut pertemuan Jokowi dan SBY bukan berarti akan berkoalisi

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Eddy K Sinoel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar