Panglima pemberontak DR Kongo ditransfer ke ICC Den Haag
Jumat, 22 Maret 2013 13:44 WIB
Washington (ANTARA
News) - Para ahli dari Pengadilan Pidana Internasional (ICC) telah tiba
di Kigali untuk membantu mentransfer panglima perang Bonco Ntaganda
Republik Demokratik Kongo ke Belanda untuk diadili, kata seorang pejabat
Amerika Serikat.
Ntaganda, yang menyerahkan diri di kedutaan besar AS di Rwanda pada Senin, diperkirakan akan ditransfer untuk diadili di Den Haag yang menjadi pangkalan ICC dalam beberapa hari mendatang, lapor AFP..
"Sebuah tim dari Pengadilan Kriminal Internasional tiba di Kigali kemarin untuk membuat pengaturan logistik pengiriman Bosco Ntaganda ke Den Haag," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri kepada AFP, Kamis.
"Kami sedang mencari cara untuk memfasilitasi permintaan mengirimkan dia ke ICC secepat mungkin."
Tetapi dia tidak memberikan jadwal kapan Ntaganda akan diterbangkan keluar dari Rwanda menuju Den Haag di mana ia akan menghadapi tuduhan menggunakan tentara anak-anak, menjadikan perempuan sebagai budak seks dan berpartisipasi dalam pembunuhan setidaknya 800 orang di Kongo antara 2002 dan 2003.
Jaksa ICC Fatou Bensouda mengatakan Rabu bahwa ia diharapkan akan ditransfer dalam "beberapa hari."
Presiden Rwanda Paul Kagame mengatakan Kamis bahwa semua dukungan akan diberikan untuk memastikan ekstradisi cepat Ntaganda itu. (AK)
Ntaganda, yang menyerahkan diri di kedutaan besar AS di Rwanda pada Senin, diperkirakan akan ditransfer untuk diadili di Den Haag yang menjadi pangkalan ICC dalam beberapa hari mendatang, lapor AFP..
"Sebuah tim dari Pengadilan Kriminal Internasional tiba di Kigali kemarin untuk membuat pengaturan logistik pengiriman Bosco Ntaganda ke Den Haag," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri kepada AFP, Kamis.
"Kami sedang mencari cara untuk memfasilitasi permintaan mengirimkan dia ke ICC secepat mungkin."
Tetapi dia tidak memberikan jadwal kapan Ntaganda akan diterbangkan keluar dari Rwanda menuju Den Haag di mana ia akan menghadapi tuduhan menggunakan tentara anak-anak, menjadikan perempuan sebagai budak seks dan berpartisipasi dalam pembunuhan setidaknya 800 orang di Kongo antara 2002 dan 2003.
Jaksa ICC Fatou Bensouda mengatakan Rabu bahwa ia diharapkan akan ditransfer dalam "beberapa hari."
Presiden Rwanda Paul Kagame mengatakan Kamis bahwa semua dukungan akan diberikan untuk memastikan ekstradisi cepat Ntaganda itu. (AK)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
AS Desak Pemberontak Iran Terima Tawaran Arab Saudi Ajukan Gencatan Senjata
08 May 2015 5:51 WIB, 2015
Pemerintah Dan Pemberontak Ukraina Umumkan Gencatan Senjata 9 Desember
05 December 2014 11:30 WIB, 2014
Pemberontak Suriah Terkait Al Qaida Bebaskan Penjaga Perdamaian Fiji
13 September 2014 14:08 WIB, 2014