Logo Header Antaranews Kalteng

Iran batasi 12 kapal per hari melintas di Selat Hormuz

Minggu, 12 April 2026 17:24 WIB
Image Print
Kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz setelah gencatan senjata sementara selama dua minggu yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran dengan syarat selat tersebut dibuka kembali, terlihat di Oman, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Anadolu/Shady Alassar/am.

Moskow (ANTARA) - Iran berencana membatasi jumlah kapal yang melintas di Selat Hormuz tidak lebih dari sekitar 12 unit per hari, dengan biaya yang berpotensi mencapai hingga 2 juta dolar AS (sekitar Rp34,2 miliar) per kapal tanker raksasa, demikian dilaporkan The Wall Street Journal.

Menurut laporan tersebut, para pemilik kapal dari sejumlah negara tengah bernegosiasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) untuk dapat melintasi Selat Hormuz.

Media itu juga menyebutkan bahwa sejumlah kapal yang diizinkan melintas harus melalui jalur yang telah ditentukan secara khusus serta memperoleh izin yang diperlukan.

Baca juga: 140 situs budaya Iran rusak akibat serangan AS-Israel

Pada Rabu (8/4) malam, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan dengan Iran mengenai gencatan senjata selama dua pekan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz, yang menjadi jalur bagi sekitar 20 persen pasokan minyak, produk petroleum/minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) dunia, demikian Sputnik/RIA Novosti-OANA.

Baca juga: 220 kapal lintasi Selat Hormuz pada Maret

Baca juga: 1.900 kapal masih tertahan di Selat Hormuz

Baca juga: Iran izinkan negara sahabat boleh lewati Selat Hormuz

Baca juga: Trump ultimatum Iran, ancam kehancuran jika eskalasi berlanjut



Pewarta :
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026