Pemberontak Suriah yang cedera dirawat di Lebanon
Minggu, 9 Juni 2013 16:43 WIB
Seorang pria berjalan di tengah kehancuran, usai ledakan menghancurkan wilayah utama Aleppo, Lapangan Saadallah al-Jabari, Rabu (3/10).(REUTERS/George Ourfalian)Istimewa
Baalbek, Lebanon
(ANTARA News) - Puluhan pejuang pemberontak yang terluka dalam melawan
pasukan pemerintah Suriah di Qusayr telah dievakuasi ke Lebanon, kata
seorang pejabat keamanan Sabtu, saat tentara menyerbu benteng terakhir
pemberontak di daerah itu.
Puluhan keluarga melarikan diri dari daerah tersebut juga menerjang perjalanan berbahaya di Lebanon, kata seorang pejabat lokal.
"Sekitar 30 pejuang terluka dirawat di rumah sakit di daeraj Baalbek", Lebanon timur, kata pejabat keamanan yang tak disebut namanya kepada AFP.
Dia juga mengatakan "puluhan pemberontak terluka" telah tiba di Arsal di bagian utara Lebanon, menunggu pengobatan.
Televisi pemerintah Suriah, sementara itu, mengumumkan penangkapan Dweida Timur, benteng pemberontak terakhir di daerah Qusayr di Suriah tengah, dekat perbatasan dengan Lebanon.
Pasukan pro-pemerintah merebut kembali Qusayr pada Rabu setelah hampir tiga pekan serangan oleh tentara dan Hizbullah, dalam tanda terjelas dari komitmen kelompok Syiah Lebanon kepada rezim Bashar.
Ratusan orang melarikan diri dari Qusayr karena jatuh telah mengungsi di Bweida Timur.
Puluhan orang juga telah berbondong mengungsi pada pekan ini ke kota mayoritas Sunni Arsal di negara tetangga Lebanon, kata seorang pejabat lokal di sana kepada AFP.
"Sekitar 30 keluarga tiba hari ini dari daerah Qusayr," kata Ahmad al-Hojeiri dari Kota Arsal kepada AFP.
"Situasi mereka sangat buruk, mereka kelelahan. Mereka tak punya apa-apa.. Beberapa datang ke sini dengan berjalan kaki," kata Hojeiri.
Dia menambahkan bahwa pihak berwenang setempat yang hanya memiliki sedikit dana "hanya mengelola untuk sekedar memberikan bantuan dasar".
Lebih dari 500.000 warga Suriah melarikan diri dari konflik telah mengungsi di Lebanon, yang menjadi semakin ditarik ke dalam perang Suriah.
(H-AK)
Puluhan keluarga melarikan diri dari daerah tersebut juga menerjang perjalanan berbahaya di Lebanon, kata seorang pejabat lokal.
"Sekitar 30 pejuang terluka dirawat di rumah sakit di daeraj Baalbek", Lebanon timur, kata pejabat keamanan yang tak disebut namanya kepada AFP.
Dia juga mengatakan "puluhan pemberontak terluka" telah tiba di Arsal di bagian utara Lebanon, menunggu pengobatan.
Televisi pemerintah Suriah, sementara itu, mengumumkan penangkapan Dweida Timur, benteng pemberontak terakhir di daerah Qusayr di Suriah tengah, dekat perbatasan dengan Lebanon.
Pasukan pro-pemerintah merebut kembali Qusayr pada Rabu setelah hampir tiga pekan serangan oleh tentara dan Hizbullah, dalam tanda terjelas dari komitmen kelompok Syiah Lebanon kepada rezim Bashar.
Ratusan orang melarikan diri dari Qusayr karena jatuh telah mengungsi di Bweida Timur.
Puluhan orang juga telah berbondong mengungsi pada pekan ini ke kota mayoritas Sunni Arsal di negara tetangga Lebanon, kata seorang pejabat lokal di sana kepada AFP.
"Sekitar 30 keluarga tiba hari ini dari daerah Qusayr," kata Ahmad al-Hojeiri dari Kota Arsal kepada AFP.
"Situasi mereka sangat buruk, mereka kelelahan. Mereka tak punya apa-apa.. Beberapa datang ke sini dengan berjalan kaki," kata Hojeiri.
Dia menambahkan bahwa pihak berwenang setempat yang hanya memiliki sedikit dana "hanya mengelola untuk sekedar memberikan bantuan dasar".
Lebih dari 500.000 warga Suriah melarikan diri dari konflik telah mengungsi di Lebanon, yang menjadi semakin ditarik ke dalam perang Suriah.
(H-AK)
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PBB ingatkan ancaman kedaualatan dan integritas Suriah usai keruntuhan rezim Assad
09 January 2025 15:27 WIB, 2025
Rezim Assad jadikan Gunung Qasioun sebagai pabrik bom barel selama perang
02 January 2025 17:52 WIB, 2025
Warga Suriah di Turki berbondong-bondong kembali ke negeranya pasca jatuhnya rezim
10 December 2024 10:33 WIB, 2024
Kini warga Suriah pencari suaka di Jerman miliki kesempatan kembali ke negaranya
10 December 2024 10:15 WIB, 2024
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Donald Trump tolak hak kembali warga Palestina dalam rencananya untuk Gaza
11 February 2025 9:13 WIB