Presiden Venezuela Sambut Kemenangan Bashar As-Assad
Jumat, 6 Juni 2014 10:39 WIB
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (REUTERS) Istimewa
Caracas (ANTARA
News) - Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Kamis, menyampaikan ucapan
selamat kepada Bashar al-Assad untuk kemenangannya dalam pemilu Suriah
yang dipandang sebagai tidak sah oleh Barat dan oposisi di Damaskus.
Maduro mengatakan kemenangan Bashar dalam pemilu, memberinya jangka waktu tujuh tahun baru, dan "menegaskan kembali kepemimpinannya di pemerintah Suriah yang sah," demikian menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Venezuela, seperti dilaporkan AFP.
Maduro, seorang kritikus setia AS yang menganggap Bashar adalah sekutu, "menegaskan kembali kecaman kerasnya atas tindakan pengacauan tentara bayaran yang masih terjadi di Suriah," dan mencela "suara Barat yang belum mengakui pemilu ini dan malah menginginkan perang berlanjut."
Tahun lalu, Maduro mengecam ancaman aksi militer AS di Suriah - ancaman yang tidak pernah terwujud.
Dia juga menuduh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon membantu untuk mempromosikan perang di Suriah, setelah ia mengumumkan temuan PBB bahwa senjata kimia telah digunakan di dekat Damaskus.
Bashar memenangkan hampir 90 persen suara di negara yang dilanda perang itu, menurut angka resmi yang dirilis Rabu malam. Pemilih diperkirakan lebih dari 73 persen.
Oposisi utama Koalisi Nasional Suriah yang menyebut pemilu haram, dan Amerika Serikat serta Inggris yang menyuarakan keprihatinan, dengan Menlu AS John Kerry mengatakan pemungutan suara itu "nol besar".
(H-AK)
Maduro mengatakan kemenangan Bashar dalam pemilu, memberinya jangka waktu tujuh tahun baru, dan "menegaskan kembali kepemimpinannya di pemerintah Suriah yang sah," demikian menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Venezuela, seperti dilaporkan AFP.
Maduro, seorang kritikus setia AS yang menganggap Bashar adalah sekutu, "menegaskan kembali kecaman kerasnya atas tindakan pengacauan tentara bayaran yang masih terjadi di Suriah," dan mencela "suara Barat yang belum mengakui pemilu ini dan malah menginginkan perang berlanjut."
Tahun lalu, Maduro mengecam ancaman aksi militer AS di Suriah - ancaman yang tidak pernah terwujud.
Dia juga menuduh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon membantu untuk mempromosikan perang di Suriah, setelah ia mengumumkan temuan PBB bahwa senjata kimia telah digunakan di dekat Damaskus.
Bashar memenangkan hampir 90 persen suara di negara yang dilanda perang itu, menurut angka resmi yang dirilis Rabu malam. Pemilih diperkirakan lebih dari 73 persen.
Oposisi utama Koalisi Nasional Suriah yang menyebut pemilu haram, dan Amerika Serikat serta Inggris yang menyuarakan keprihatinan, dengan Menlu AS John Kerry mengatakan pemungutan suara itu "nol besar".
(H-AK)
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Brazil tidak pilih Argentina atau Venezuela sebagai lawan di 8 besar
21 November 2023 6:15 WIB, 2023
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Donald Trump tolak hak kembali warga Palestina dalam rencananya untuk Gaza
11 February 2025 9:13 WIB