Jakarta (ANTARA News) - Analis Politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J.Vermonte menyatakan Tim Transisi bentukan pemerintahan baru Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dapat membantu mengatasi hambatan pembangunan.

"Karena Kantor (Tim) Transisi berperan mentransformasikan energi politik yang terbentuk selama masa kampanye menjadi energi untuk memimpin bagi presiden terpilih Jokowi-JK," kata Phillips dalam keterangan pers di Jakarta Senin.

Phillips mengatakan hambatan pembangunan menyerupai "bottle neck" seperti rancangan kementerian, aturan internal lembaga kepresidenan yang mempengaruhi kinerja kabinet dan pemerintahan.

Permasalahan lainnya yakni peralihan masa transisi dari pemerintahan lama kepada presiden baru terutama persoalan anggaran.

Pengamat politik itu menilai tim transisi bisa memfasilitasi proses peralihan pemerintahan dan pola anggaran dari pemerintah yang sebelumnya.

"Artinya sangat penting untuk bekerja sama dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," ujar Ketua Departemen Politik dan Hubungan Internasional Tim Transisi itu.

Namun Phillips menyebutkan penyusunan kabinet dan jabatan lainnya bukan prioritas utama pekerjaan tim transisi.

Pasalnya, tim transisi memiliki tugas penting menyiapkan kerangka administratif dan pola kerjasama antarlembaga di bawah pemerintahan Jokowi-JK selama lima tahun. (*)

Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2024