Penerima Beasiswa Minamas Lebih Dari 200 Siswa
Minggu, 21 Juni 2015 6:32 WIB
Mahasiswa dan mahasiswi IPB penerima beasiswa "Minamas Plantation - Sime Darby Scholarship" beserta orang tuanya. (web.ipb.ac.id)
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Program beasiswa PT Minamas Plantation bekerja sama dengan Yayasan Sime Darby ini sudah dimulai sejak tahun 2009, dengan dana yang sudah dihibahkan dalam program beasiswa ini senilai hampir Rp20 miliar.
Tercatat jumlah siswa penerima beasiswa sejauh ini lebih dari 200 siswa dengan anggaran beasiswa sekitar Rp 90 juta tiap tahun selama kuliah berlangsung, kata .Presiden Direktur Minamas Plantation Mohd Ghozali Yahaya.
Pada awal tahun ini PT Minamas Plantation bekerjasama dengan Yayasan Sime Darby memberikan beasiswa untuk 20 siswa dan mahasiwa berprestasi di Indonesia.
Beasiswa ini bertujuan memberikan peluang kepada anak Indonesia yang berprestasi, namun tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri.
Mohd Ghozali Yahaya mengatakan, Yayasan Sime Darby melalui Minamas Plantation telah memberikan beasiswa kepada 20 pelajar dalam bentuk dukungan finansial, pelatihan kepemimpinan serta bimbingan dan dukungan sosial, berbagai dukungan yang akan diterima para siswa ini akan menjadikan mereka nantinya sarjana yang siap menjadi pemimpin masa depan.
Mohd Ghozali menambahkan pentingnya beasiswa tersebut untuk membantu mahasiswa terus bertahan melanjutkan studinya dan ketika selesai pendidikan dapat menjadi modalnya untuk melanjutkan hidup. “Saat ini sangatlah penting bagi generasi muda untuk mendapatkan kebutuhan pendidikan agar mampu bertahanhidup," ujarnya.
Selain itu katanya, Minamas Plantation percaya bahwa dana yang dikeluarkan adalah suatu bentuk investasi dalam pengabdian membangun Indonesia ke depan.
“Kami bersyukur bagi para penerima beasiswa yang mendapatkan dukungan studi ini karena selain merupakan investasi bagi masa depan pemuda dengan prestasinya, namun juga membangun kekuatan ekonomi dan meningkatkan daya saing bangsa,†ujar Mohd Ghozali Yahaya.
Ia menjelaskan beasiswa diberikan kepada 20 siswa berasal dari dua kategori, yaitu kategori pertama adalah internal, yaitu siswa adalah anak karyawan dan warga sekitar kebun, sedang kategori kedua adalah eksternal atau umum, yaitu mahasiswa yang tengah melakukan studi di perguruan tinggi dengan seleksi penerimaan beasiswa berdasarkan prestasi akademis siswa dan mahasiswa tersebut.
"Untuk kategori internal, siswa adalah pelajar kelas tiga SMU IPA atau SMK rumpun pertanian/teknik, dan salah satu penerima beasiswa kategori internal ini adalah Muchsan Sazali dari Riau Utara" katanya.
Muchsan, menurut dia, dapat menyelesaikan sekolah menengah atas dengan nilai rata rata 8,6 dan ia adalah putra seorang pegawai mess di kebunTamiang, Aceh. Saat ini Muchsan melanjutkan studinya di Institut Pertanian Bogor, bidang Teknologi Manajemen Produksi Perkebunan.
Sementara untuk kategori umum, salah satu penerima beasiswa kategori eksternal tahun ini adalah Dzikri Rahman, seorang mahasiswa Teknik Mesin Universitas Diponegoro Semarang, dan pernah menjadi juara satu engineering debate competition di kampusnya.
Penerima beasiswa ini, jelas Mohd Ghozali, akan melanjutkan studi di perguruan tinggi di program S1 dan D3.
Kemudian perguruan tinggi yang menjadi sasarannya adalah Universitas Diponegoro di Semarang, Universitas Lampung di Bandar Lampung, Universitas TanjungPura di Pontianak, Universitas Sebelas Maret di Surakarta dan Institut Pertanian Bogor di Bogor.
Hal lain yang juga akan didapatkan penerima beasiswa, yaitu langsung dijamin dapat bekerja dengan Minamas setelah mereka menyelesaikan studinya.
"Program beasiswa ini juga mencakup biaya kuliah, biaya hidup, buku dan tunjangan tesis, tunjangan komputer serta biaya wisudanya," kata Mohd Ghozali.
Zebua, salah satu penerima beasiswa asal Pekanbaru Riau mengatakan, selain bersyukur atas beasiswa yang didapatkannya, ia menjadi terinspirasi untuk terus melanjutkan kuliah ke jenjang berikutnya.
Mahasiswa yang sedang menjalani studi di program Teknik Produksi dan Manajemen Perkebunan di Institut Pertanian Bogor ini berharap agar program beasiswa ini berkelanjutan dan dia terus dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
“Saya berharap beasiswa ini terus berkembang hingga saatnya saya mengikuti ikatan dinas dan dapat melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi,†ujar Zebua.
Sementara itu Bagus, Direktur Program Diploma Institut Pertanian Bogor merasa program beasiswa ini sangat bermanfaat khususnya bagi mereka yang kurang mampu dan berasal dari luar daerah.
Bagus terus berharap beasiswa akan lebih luas jangkauannya. “Manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya yang kurang mampu untukkuliah dan berada di luar daerah dan saya berharap kedepan agar program beasiswa ini terus bertambah jumlahnya dan meluas wilayah cakupannya,†kata Bagus.
Tercatat jumlah siswa penerima beasiswa sejauh ini lebih dari 200 siswa dengan anggaran beasiswa sekitar Rp 90 juta tiap tahun selama kuliah berlangsung, kata .Presiden Direktur Minamas Plantation Mohd Ghozali Yahaya.
Pada awal tahun ini PT Minamas Plantation bekerjasama dengan Yayasan Sime Darby memberikan beasiswa untuk 20 siswa dan mahasiwa berprestasi di Indonesia.
Beasiswa ini bertujuan memberikan peluang kepada anak Indonesia yang berprestasi, namun tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri.
Mohd Ghozali Yahaya mengatakan, Yayasan Sime Darby melalui Minamas Plantation telah memberikan beasiswa kepada 20 pelajar dalam bentuk dukungan finansial, pelatihan kepemimpinan serta bimbingan dan dukungan sosial, berbagai dukungan yang akan diterima para siswa ini akan menjadikan mereka nantinya sarjana yang siap menjadi pemimpin masa depan.
Mohd Ghozali menambahkan pentingnya beasiswa tersebut untuk membantu mahasiswa terus bertahan melanjutkan studinya dan ketika selesai pendidikan dapat menjadi modalnya untuk melanjutkan hidup. “Saat ini sangatlah penting bagi generasi muda untuk mendapatkan kebutuhan pendidikan agar mampu bertahanhidup," ujarnya.
Selain itu katanya, Minamas Plantation percaya bahwa dana yang dikeluarkan adalah suatu bentuk investasi dalam pengabdian membangun Indonesia ke depan.
“Kami bersyukur bagi para penerima beasiswa yang mendapatkan dukungan studi ini karena selain merupakan investasi bagi masa depan pemuda dengan prestasinya, namun juga membangun kekuatan ekonomi dan meningkatkan daya saing bangsa,†ujar Mohd Ghozali Yahaya.
Ia menjelaskan beasiswa diberikan kepada 20 siswa berasal dari dua kategori, yaitu kategori pertama adalah internal, yaitu siswa adalah anak karyawan dan warga sekitar kebun, sedang kategori kedua adalah eksternal atau umum, yaitu mahasiswa yang tengah melakukan studi di perguruan tinggi dengan seleksi penerimaan beasiswa berdasarkan prestasi akademis siswa dan mahasiswa tersebut.
"Untuk kategori internal, siswa adalah pelajar kelas tiga SMU IPA atau SMK rumpun pertanian/teknik, dan salah satu penerima beasiswa kategori internal ini adalah Muchsan Sazali dari Riau Utara" katanya.
Muchsan, menurut dia, dapat menyelesaikan sekolah menengah atas dengan nilai rata rata 8,6 dan ia adalah putra seorang pegawai mess di kebunTamiang, Aceh. Saat ini Muchsan melanjutkan studinya di Institut Pertanian Bogor, bidang Teknologi Manajemen Produksi Perkebunan.
Sementara untuk kategori umum, salah satu penerima beasiswa kategori eksternal tahun ini adalah Dzikri Rahman, seorang mahasiswa Teknik Mesin Universitas Diponegoro Semarang, dan pernah menjadi juara satu engineering debate competition di kampusnya.
Penerima beasiswa ini, jelas Mohd Ghozali, akan melanjutkan studi di perguruan tinggi di program S1 dan D3.
Kemudian perguruan tinggi yang menjadi sasarannya adalah Universitas Diponegoro di Semarang, Universitas Lampung di Bandar Lampung, Universitas TanjungPura di Pontianak, Universitas Sebelas Maret di Surakarta dan Institut Pertanian Bogor di Bogor.
Hal lain yang juga akan didapatkan penerima beasiswa, yaitu langsung dijamin dapat bekerja dengan Minamas setelah mereka menyelesaikan studinya.
"Program beasiswa ini juga mencakup biaya kuliah, biaya hidup, buku dan tunjangan tesis, tunjangan komputer serta biaya wisudanya," kata Mohd Ghozali.
Zebua, salah satu penerima beasiswa asal Pekanbaru Riau mengatakan, selain bersyukur atas beasiswa yang didapatkannya, ia menjadi terinspirasi untuk terus melanjutkan kuliah ke jenjang berikutnya.
Mahasiswa yang sedang menjalani studi di program Teknik Produksi dan Manajemen Perkebunan di Institut Pertanian Bogor ini berharap agar program beasiswa ini berkelanjutan dan dia terus dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
“Saya berharap beasiswa ini terus berkembang hingga saatnya saya mengikuti ikatan dinas dan dapat melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi,†ujar Zebua.
Sementara itu Bagus, Direktur Program Diploma Institut Pertanian Bogor merasa program beasiswa ini sangat bermanfaat khususnya bagi mereka yang kurang mampu dan berasal dari luar daerah.
Bagus terus berharap beasiswa akan lebih luas jangkauannya. “Manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya yang kurang mampu untukkuliah dan berada di luar daerah dan saya berharap kedepan agar program beasiswa ini terus bertambah jumlahnya dan meluas wilayah cakupannya,†kata Bagus.
Pewarta : Inforial
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Insan pers dan Minamas bersinergi tingkatkan peran dukung pembangunan di Kotim
04 April 2026 22:36 WIB
Kurikulum Merdeka berbasis deep learning, Minamas Plantation tingkatkan kualitas guru
31 October 2025 12:23 WIB
Dukung Indonesia bebas asap, PT KLR dan TSA gelar sosialisasidan pelatihan pengendalian karhutla
28 August 2025 10:48 WIB
Minamas Plantation tanam perdana kebun kemitraan untuk kesejahteraan masyarakat
19 December 2024 20:21 WIB, 2024
Proyek Seribu Pintu wujud kepedulian Minamas terhadap kesejahteraan karyawan
18 December 2024 22:03 WIB, 2024
Minamas Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kawasan Perkebunan
20 June 2015 21:32 WIB, 2015