Muara Teweh (Antara Kalteng) - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah menggelar pelatihan perbengkelan pengembangan keterampilan dan wirausaha tenaga kerja muda setempat.

"Melalui pelatihan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha secara mandiri tanpa melamar pekerjaan atau bekerja dengan orang lain," kata Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Barito Utara, Hendro Nakalelo di Muara Teweh, Sabtu.

Menurut Hendro, perbengkelan sepeda motor ini kedepan masih menjadi primadona untuk dijadikan lapangan kerja. Sebab sekian tahun ini kemajuan juga semakin meningkat.

Di Kabupaten Barito Utara ini saja, setiap rumah paling minim memiliki kendaraan sepeda motor dua buah, terkadang hampir semua anggota keluarga yang ada didalam rumah memiliki kendaraan, misalnya ada lima orang dalam rumah, maka kelima orang tersebut ada kendaraannya.

"Oleh sebab itu, jika terjadi kerusakan atau kemacetan pada kendaraan, maka yang dibutuhkan adalah perbengkelan. Dengan demikian pekerja perbengkelan harus juga memiliki keterampilan dan pengetahuan, sehingga bisa membuat kendaraan yang rusak tersebut menjadi baik," katanya.

Hendro mengatakan pelatihan atau pembekalan yang didapat ini hendaknya dijadikan sebagai bekal untuk membuka usaha perbengkelan dalam menciptakan lapangan usaha sendiri.

Sebab angkatan kerja di Kabupaten Batara ini masih didominasi para pekerja yang berpendidikan SD, SMP dan SMA sederajat dengan persentase sekitar 80 persen, sisanya adalah mereka-mereka berpendidikan D1, D3, S1 dan S2.

"Untuk itu, tujuan dari pelatihan kelompok perbengkelan ini agar para peserta memiliki kompetensi dibidang manajemen administrasi perbengkelan sebagai bekal utama dalam berwirausaha," kata Hendro.

Sementara Ketua Panitia Penyelenggara Kegiatan Pembekalan Wirausaha Tenaga Kerja Muda Adi Haryadi mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan bersumber dana pembiayaan yaitu berasal dari DIPA Tugas Pembantuan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Barito Utara tahun 2015 melalui program penempatan dan pemberdayaan Tenaga kerja.

"Pembekalan ini diikuti sebanyak 20 orang peserta akan tetap berlanjut sampai proses pemagangan peserta kelompok perbengkelan yang akan ditempatkan di sejumlah tempat penjualan resmi kendaraan yang ada perbengkelan," ujar Adi.

Pewarta : Kasriadi
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2024