Blue Bird Perbarui Aplikasi Pemesanan Taksi
Jumat, 20 Mei 2016 10:51 WIB
Ilustrasi: aplikasi Blue Bird. (ANTARA News/Blue Bird)
Jakarta (Antara Kalteng) - Perusahaan transportasi Blue Bird Group memperbarui aplikasi pemesanan taksi yang sudah ada 2011 dengan menambah fitur-fitur baru sesuai kebutuhan pelanggan saat ini.
"Aplikasi My Blue Bird yang baru sudah bisa didownload di Appstore maupun Playstore saat ini. Terdapat beberapa fitur baru, salah satunya ada fitur rating (peringkat)," kata Direktur PT Blue Bird Tbk Sigit Priawan Joko Sutono di Jakarta, Kamis.
Dengan fitur rating tersebut, lanjut Sigit, para pengguna taksi berlambang burung biru tersebut bisa memberikan respon balik terhadap pelayanan transportasi yang diberikan.
Selain itu, terdapat fitur tracking, yang memungkinkan para pemesan mengetahui posisi atau lokasi taksi yang dipesannya, sejak dipesan hingga selesai digunakan.
Kemudian, lanjut Sigit, pengguna juga bisa mengetahui estimasi tarif yang perlu dibayarkan sesuai jarak tempuh yang tertera pada aplikasi.
Menurut Sigit, estimasi tersebut memang bukan tarif yang pasti, karena perusahaan mengikuti aturan dari pemerintah yang ada, sehingga tidak dapat dipastikan hanya melalui jark tempuh pada aplikasi tersebut.
"Kita mengikuti aturan pemerintah soal tarif, makanya tidak bisa fix. Tapi ada estimasinya," pungkas Sigit.
Sigit mengakui, sebagai perusahaan transportasi dan bukan teknologi, masih terdapat kekurangan terhadap aplikaai tersebut, sehingga perusahaannya membuka masukan dan kritik atas layanan terbaru ini.
"Untuk itu, kami harus melakukan inovasi berkesinambungan. Kami harap pelanggan kami bisa dilayani lebih baik," tukas Sigit.
"Aplikasi My Blue Bird yang baru sudah bisa didownload di Appstore maupun Playstore saat ini. Terdapat beberapa fitur baru, salah satunya ada fitur rating (peringkat)," kata Direktur PT Blue Bird Tbk Sigit Priawan Joko Sutono di Jakarta, Kamis.
Dengan fitur rating tersebut, lanjut Sigit, para pengguna taksi berlambang burung biru tersebut bisa memberikan respon balik terhadap pelayanan transportasi yang diberikan.
Selain itu, terdapat fitur tracking, yang memungkinkan para pemesan mengetahui posisi atau lokasi taksi yang dipesannya, sejak dipesan hingga selesai digunakan.
Kemudian, lanjut Sigit, pengguna juga bisa mengetahui estimasi tarif yang perlu dibayarkan sesuai jarak tempuh yang tertera pada aplikasi.
Menurut Sigit, estimasi tersebut memang bukan tarif yang pasti, karena perusahaan mengikuti aturan dari pemerintah yang ada, sehingga tidak dapat dipastikan hanya melalui jark tempuh pada aplikasi tersebut.
"Kita mengikuti aturan pemerintah soal tarif, makanya tidak bisa fix. Tapi ada estimasinya," pungkas Sigit.
Sigit mengakui, sebagai perusahaan transportasi dan bukan teknologi, masih terdapat kekurangan terhadap aplikaai tersebut, sehingga perusahaannya membuka masukan dan kritik atas layanan terbaru ini.
"Untuk itu, kami harus melakukan inovasi berkesinambungan. Kami harap pelanggan kami bisa dilayani lebih baik," tukas Sigit.
Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN Electric Run 2024 diminati, slot Early Bird ludes kurang dari satu jam
04 August 2024 16:46 WIB, 2024
Nicki Minaj jadi salah satu pengisi suara film 'Angry Bird Movie 2'
26 December 2018 16:35 WIB, 2018
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Malaysia pelajari kebijakan Indonesia dalam membatasi penggunaan platform digital bagi anak
11 February 2026 17:35 WIB