
Ngaji.ai rilis fitur baru sambut Ramadhan

Jakarta (ANTARA) - Aplikasi belajar mengaji dari Vokal.ai, ngaji.ai, menjelang Ramadhan menghadirkan sejumlah fitur-fitur baru sebagai pendamping ibadah harian pengguna, mulai dari pengingat shalat hingga doa harian.
COO Vokal.ai Vanya Sunanto menjelaskan ngaji.ai dapat membantu pengguna untuk terus konsisten dalam menjalani ibadah di tengah kepadatan rutinitas sehari-hari.
"Kita sadar menjadi umat Muslim itu bukan cuma bisa atau tidak bisa ngaji, tapi niat ibadah kita tuh ada atau tidak. Kalau misalnya kita sudah punya niat, insya Allah dengan adanya Ngaji.ai niat itu akan dimudahkan sehingga jadi lebih konsisten dan akan berkelanjutan ke depannya," kata Vanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Fitur-fitur baru yang dihadirkan oleh ngaji.ai antara lain pengingat shalat di mana pengguna bisa menandai ibadah shalat yang telah dilakukan dalam satu hari. Lalu ada kumpulan doa harian dan bacaan dzikir.
Selain itu terdapat Ikhtiar sebagai fitur andalan. Dalam fitur ini pengguna akan mendapat tugas-tugas amalan sederhana selama tujuh hari seperti menjaga lisan, lebih disiplin shalat tepat waktu, atau meluangkan waktu untuk dzikir harian.
"Misalnya di hari pertama kita bisa lihat bacaan apa yang bisa kita baca, doa yang bisa kita doakan dan ada challenge-nya, mungkin misalnya hari ini coba tuliskan apa yang bikin kita bersyukur kepada Allah. Nanti hari kedua ada challenge lainnya, ada doa lain, ada bacaan lainnya," ujar Vanya.
Sedangkan untuk fitur utamanya, ngaji.ai menghadirkan platform belajar mengaji yang didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (AI). Aplikasi tersebut memiliki 30 ribu jam data pelafalan bacaan Al-Quran orang-orang Indonesia sehingga diklaim lebih cocok dan akurat dengan pengguna dalam negeri.
Kurikulum belajar Al-Quran ngaji.ai juga disusun yang telah divalidasi oleh ustadz maupun lembaga eksternal kompeten untuk memastikan kesesuaiannya dengan kaidah Islam.
Kurikulum pembelajaran terdiri atas 16 materi dan dua tahap ujian. Dalam setiap materi, aplikasi akan menilai pelafalan pengguna dengan indikator skor angka.
"Jadi dari situ dinilai pelafalannya apakah sudah 100 persen, 80 persen benar, dan seterusnya. Setiap pelajaran itu selesai akan keliatan dari materi ini berapa persen, materi berikutnya berapa persen," kata Vanya.
Indikator progres belajar tidak dihitung berdasarkan intensitas membuka aplikasi atau log in harian, tetapi seberapa tepat pelafalan pengguna menggunakan indikator skor tersebut."Jadi diharapkan semua fitur-fitur itu membantu umat Muslim untuk jadi lebih konsisten dalam beribadah," ucap Vanya.
Pewarta : Farhan Arda Nugraha
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
