Nanga Bulik (Antara Kalteng) - Sebanyak 231 kontingen Kabupaten Lamandau mengikuti dan bersaing dengan kontingen dari Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah di Pesta  Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XVI tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang dilaksanakan di Nanga Bulik ibukota Kabupaten Lamandau dari tanggal 16 sampai 21 September 2017.

     

Ketua kontingen Pesparawi Kabupaten Lamandau Arifin LP Umbing sekaligus Sekda Lamandau di Nanga Bulik, Kamis, mengatakan, 12 kategori yang akan diikuti yakni paduan suara dewasa 41 orang, paduan suara remaja 43 orang, paduan suara anak 33 orang, paduan suara sejenis pria 26 orang paduan suara sejenis wanita 28 orang, vokal group remaja 11 orang.

     

"Kemudian Vokal solo anak 7-9 tahun 1 orang, vokal solo anak 10-12 tahun 1 orang, vokal solo remaja putra 1 orang, vokal solo remaja putri 1 orang, musik Pop gerejawi 10 orang, dan foklor 35 orang. Jadi total keseluruhan Kontingen Lamandau sebanyak 231 orang," bebernya.

     

Sebagai upaya meningkatkan olah vokal para kontingen, Lembaga Pengembangan Pesparawi (LPP) Kabupaten Lamandau, mendatangkan pelatih dari kota Malang yang berjumlah 5 orang, terdiri dari empat pelatih vokal dan satu pianis.

     

Dia pun berharap dengan diikutinya Pesparawi tingkat provinsi ini, akan diperoleh talenta-talenta terbaik dari Kabupaten Lamandau. Apalagi Pesparawi tingkat provinsi ini nantinya akan dipilih untuk Kalteng dalam Pesparawi tingkat Nasional pada tahun 2018 di Provinsi Kalimantan Barat.

     

"Target Kabupaten Lamadau pada Pesparawi XVI tingkat Provinsi Kalteng akan diraih Gold. Itu harapan kita," kata Arifin.

     

Sebelumnya, Bupati Lamandau Marukan berpesan agar para kontingen Pesparawi menjaga nama baik daerah dan menjadi tuan rumah. Langkah itu dapat dilakukan dengan menjaga sikap dan tingkah laku antar kontingen Kabupaten Lamandau maupun Kontingen Kabupaten/Kota lainnya.

     

"Menjadi juara bukan segala-galanya, akan tetapi yang terpenting memberikan yang terbaik merupakan segala-galanya. Menang itu harus dilakukan dengan cara-cara yang terhormat dan tidak menghalalkan segala cara," pesan Marukan.