London (Antara/Reuters) - Spanyol memulai era baru di bawah asuhan Luis Enrique dengan penampilan impresif ketika mereka bangkit dari tertinggal satu gol untuk menang dengan menunundukkan Inggris dengan skor  2-1 pada pertandingan pembukaan Nations League di Stadion Wembley pada Sabtu.  
   
Delapan pekan setelah laju mereka di Piala Dunia berakhir dengan kekalahan dari Kroasia di semifinal, rasa optimistis di kubu Inggris terjustifikasi ketika Marcus Rashford mengemas gol pembukaan.

Namun Spanyol, yang hanya memainkan lima pemain dari tim yang tampil sejak awal ketika mereka kalah adu penalti dari Rusia di 16 besar Piala Dunia, bangkit sebelum turun minum melalui Sau Niguez dan Rodrigo.

Babak kedua dibayang-bayangi oleh cedera kepala yang terlihat buruk yang diderita bek kiri Inggris Luke Shaw, di mana ia memerlukan perawatan yang agak lama setelah kepalanya berbenturan.

Spanyol mengancam untuk memperbesar keunggulan mereka namun dipaksa bertahan pada fase akhir pertandingan ketika Inggris hampir menyamakan kedudukan melalui peluang milik Rashford, dan pemain pengganti Danny Welbeck mengemas gol yang tidak disahkan sebelum peluit panjang berbunyi.

Ini merupakan kekalahan pertama Inggris dari 25 pertandingan kompetitif di Wembley.

Inggris dan Spanyol juga menghadapi runner up Piala Dunia Kroasia di Liga A Grup A pada turnamen baru UEFA, yang dirancang untuk menambah "bumbu" kalender internasional.

Terdapat harapan besar dari 81.000 penonton yang menyaksikan pertandingan ketika laga dimulai, menyusul presentasi pemenang Sepatu Emas Piala Dunia Harry Kane oleh pelatih Inggris Gareth Southgate.

Inggris meresponnya dengan baik dan mencetak gol mengejutkan pada menit ke-11.

Bermain berani dari belakang ketimbang menyapu bola, Inggris menyodorkan bola kepada Kane yang meneruskannya kepada Shaw di sisi kiri, dan operan akuratnya kepada Rashford dapat dimaksimalkan untuk menaklukkan rekan setimnya di Manchester United David de Gea.

Para penggemar tuan rumah masih bergembira saat Spanyol menyamakan kedudukan dua menit kemudian setelah tim itu melakukan pergerakan indah -- Saul Niguez melepaskan tembakan tanpa dapat dihentikan Jordan Pickford setelah menerima umpan tarik Thiago Alcantara.

Gaya permainan Spanyol mulai menemukan lubang-lubang di kubu Iggris ketika pemain-pemain seperti Isco, Alcantara, dan Saul Niguez mengendalikan permainan.

Inggris seperti mengejar bayang-bayang dan ketika Kieran Trippier menjatuhkan Marcos Alonso pada menit ke-32, tendangan bebas yang dihasilkan pelanggaran itu dieksekusi oleh Alcantara, yang menemukan kelengahan pertahanan tim tuan rumah ketika Rodrigo meneruskan bola ke tiang dekat.

De Gea melakukan penyelamatan akrobatik untuk menggagalkan Rashford mengemas gol kedua tidak lama kemudian, namun Spanyol mengakhiri babak pertama sebagai tim yang lebih baik.

Inggris dipaksa melakukan pergantian pada awal babak kedua, setelah benturan kepala yang membuat Shaw memerlukan tujuh menit perawatan medis sebelum kemudian diangkut keluar lapangan. Danny Rose masuk untuk menggantikan dirinya.

Insiden itu membungkam para penonton dan kelihatannya mendistraksi tuan rumah, yang kelengahannya memicu Spanyol untuk menambah tekanan.

Inggris mampu meredam badai serangan dan ganti menekan untuk menyamakan kedudukan, di mana De Gea melakukan beberapa penyelamatan bagus.

Ia beruntung ketika menjatuhkan bola di bawah tekanan dari Welbeck pada fase akhir pertandingan, dan pemain Arsenal itu tidak lama merayakan golnya karena kemudian dianulir.

Southgate mengatakan gol itu sah namun mengakui bahwa timnya kesulitan mengatasi permainan operan Spanyol.

"Kami tidak berada di bawah ilusi bahwa Spanyol merupakan tim yang lebih baik untuk kurun waktu yang lama," tuturnya.

"Namun saya bangga dengan cara bermain kami. Saya telah melihat banyak tim dihancurkan dalam situasi-situasi serupa."
   
Inggris kini telah kalah tiga kali berturut-turut -- melawan Kroasia, Belgia, dan sekarang Spanyol -- bukti bahwa mereka masih harus memperbaiki banyak hal.

(H-RF)

Pewarta : -
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2024