DKP Kalteng tanam puluhan ribu Mangrove di pesisir Kobar
Jumat, 23 November 2018 14:31 WIB
Kepala DKP Kalteng Darliansjah (empat dari kiri) bersama sejumlah pihak menanam Mangrove di Desa Teluk Bogam Kecamatan Kumai, Jumat (23/11/18). (Ist).
Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan menanam puluhan ribu pohon Mangrove di Desa Teluk Bogam Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Ditanamnya 25 ribu pohon Mangrove di lahan seluas 2,5 hektare tersebut sebagai upaya menata kawasan pesisir, kata Kepala DKP Kalteng Darliansjah saat dihubungi dari Palangka Raya, Jumat.
"Penananam itu juga upaya perlindungan alamiah kawasan pesisir terhadap bencana alam, khususnya abrasi pantai, sekaligus menjaga ketersediaan ikan sebagai sumber pendapatan masyarakat," tambahnya.
Penanaman mangrove oleh DKP Kalteng tersebut juga lanjutan kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2016 di Desa Sungai Bakau, dan Desa Teluk Bogam di lahan seluas 2 hektare.
Darliansjah mengaku dirinya diperintahkan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, agar terus menanam Mangrove di daerah-daerah pesisir yang pantainya mengalami abrasi.
"Perintah itu karena bapak Gubernur ingin agar abrasi pantai tidak terjadi. Abrasi pantai sangat merugikan masyarakat, khususnya yang tinggal di pesisir, karena pendapatan akan menurun," ucapnya.
Kepala DKP Kalteng itu mengatakan, gubernur juga mengharapkan kegiatan menanam Mangrove bermanfaat bagi peningkatan gizi masyarakat, pengembangan wisata mangrove, dan peningkatan pendapatan nelayan di sekitar pesisi.
"Kami mengharapkan masyarakat dapat menjaga mangrove yang telah ditanam oleh Pemrpv Kalteng. Bisa juga secara mandiri menanam mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir," demikian Darliansjah.
Penanaman Mangrove di Desa Teluk Bogam Kecamatan Kumai, turut dihadiri Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Barat, Kepala Desa Teluk Bogam Syahrian, dan sejumlah kalangan serta masyarakat.
Ditanamnya 25 ribu pohon Mangrove di lahan seluas 2,5 hektare tersebut sebagai upaya menata kawasan pesisir, kata Kepala DKP Kalteng Darliansjah saat dihubungi dari Palangka Raya, Jumat.
"Penananam itu juga upaya perlindungan alamiah kawasan pesisir terhadap bencana alam, khususnya abrasi pantai, sekaligus menjaga ketersediaan ikan sebagai sumber pendapatan masyarakat," tambahnya.
Penanaman mangrove oleh DKP Kalteng tersebut juga lanjutan kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2016 di Desa Sungai Bakau, dan Desa Teluk Bogam di lahan seluas 2 hektare.
Darliansjah mengaku dirinya diperintahkan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, agar terus menanam Mangrove di daerah-daerah pesisir yang pantainya mengalami abrasi.
"Perintah itu karena bapak Gubernur ingin agar abrasi pantai tidak terjadi. Abrasi pantai sangat merugikan masyarakat, khususnya yang tinggal di pesisir, karena pendapatan akan menurun," ucapnya.
Kepala DKP Kalteng itu mengatakan, gubernur juga mengharapkan kegiatan menanam Mangrove bermanfaat bagi peningkatan gizi masyarakat, pengembangan wisata mangrove, dan peningkatan pendapatan nelayan di sekitar pesisi.
"Kami mengharapkan masyarakat dapat menjaga mangrove yang telah ditanam oleh Pemrpv Kalteng. Bisa juga secara mandiri menanam mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir," demikian Darliansjah.
Penanaman Mangrove di Desa Teluk Bogam Kecamatan Kumai, turut dihadiri Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Barat, Kepala Desa Teluk Bogam Syahrian, dan sejumlah kalangan serta masyarakat.
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor : Admin 3
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DJKI tutup 1.004 situs bajakan untuk perkuat pelindungan hak cipta di ruang digital
15 May 2026 15:10 WIB
Terpopuler - Prov. Kalimantan Tengah
Lihat Juga
Semarak Kejurnas Adventure Offroad Putaran II Piala Gubernur dan Tangkiling Offroad Extreme 4
16 May 2026 17:38 WIB
DJKI tutup 1.004 situs bajakan untuk perkuat pelindungan hak cipta di ruang digital
15 May 2026 15:10 WIB
DPR minta Pertamina kaji ulang pembangunan SPBU Temanggung Tilung Palangka Raya
13 May 2026 18:52 WIB