Nanga Bulik (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah menggenjot lanjutan pembangunan pasar induk yang di gadang-gadang bakal menjadi pusat pertumbuhan perekonomian di Nanga Bulik.

Pasar dua lantai itu menjadi prioritas pembangunannya dan ditargetkan mulai operasional pada tahun 2021 atau paling lambat tahun 2022, kata Bupati Lamandau Hendra Lesmana di Nanga Bulik, Jumat.

"Pembangunan pasar induk ini tidak mangkrak, hanya belum selesai. Kami lanjutkan pembangunannya dan tahun depan untuk lantai satu ditarget selesai dan tahun berikutnya dilanjutkan penyelesaian lantai dua," ucapnya.

Dikatakan, nantinya pasar induk tersebut terbagi menjadi tiga bagian, yakni berada di depan pusat grosir untuk pedagang pakaian dan elektronik, serta barang lainnya.

Kemudian untuk dibagian belakang yang merupakan bantuan dari pusat akan dikhususkan untuk pasar basah menjual sayur-sayuran dan ikan (Saik).

Praktis pasar induk tersebut masih kekurangan satu bangunan untuk pasar kering, sehingga nantinya pedagang basah dan kering ditempatkan dibangunan yang terpisah.

"Untuk menambah satu bangunan lagi kita masih membutuhkan anggaran sekitar lima miliar rupiah, sementara untuk finishing pasar induk bagian depan kita juga butuh anggaran lima miliar rupiah juga," kata Hendra.

Baca juga: Logistik pilkades serentak Lamandau didistribusikan ke TPS H-3 pemungutan suara

Menurutnya, dengan beroperasinya pasar induk Nanga Bulik, selain akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, juga diharapkan pertumbuhan investasi juga berjalan dengan baik, dan salah satu wujud iklim investasi di Lamandau mulai berjalan nantinya disekitar lokasi pasar induk, juga akan dibangun hotel berbintang dan pusat kuliner.

Pemerintah daerah dalam rangka menumbuhkan iklim investasi di Lamandau, sudah melakukan pembicaraan serius dengan pengusaha perhotelan yang tertarik menanamkan investasinya.

Telah diketahui, sejatinya Bumi Bahaum Bakuba hingga saat ini belum memiliki pasar induk, satu - satunya pasar yang dimiliki adalah pasar sayur dan ikan (saik) yang berada di pemukiman lama, bantaran sungai Lamandau.

Sementara pasar Induk sendrii sudah berdiri selama 17 tahun dan belum selesai, sehingga dibawah pemerintahan Hendra dan Wakil Bupati Riko Porwanto pasar ini kembali dilanjutkan pembangunannya.

"Kalau nanti semua konsep berjalan sesuai keinginan kami agar pasar induk bakal menjadi sentra ekonomi, yang bukan saja meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar tapi juga pemasukan daerah," demikian Hendra.

Baca juga: Wabup Lamandau dapat penghargaan Lencana Darmabakti dari Gubernur

Baca juga: Ini harapan pemprov terhadap anggota DPRD terpilih Lamandau

Pewarta : Koko Sulistyo
Uploader : Admin 3
Copyright © ANTARA 2024