Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Umi Mastikah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD) menjelang musim hujan.

"Mari bersihkan pekarangan rumahnya masing-masing, agar terhindar dari bahaya nyamuk DBD, terlebih dalam beberapa hari terakhir daerah kita mulai diguyur hujan," katanya di Palangka Raya, Selasa.

Apabila masyarakat peduli dengan kebersihan lingkungan, tentu upaya pencegahan terhadap berkembang biaknya nyamuk DBD akan semakin baik.

Salah satu yang utama adalah pasca hujan, dengan memerhatikan tempat-tempat yang menjadi genangan air dan berkembang biaknya nyamuk tersebut.

Amankan wadah yang berpotensi jadi penampung air hujan di sekitar tempat tinggal masing-masing, sehingga nyamuk DBD tidak bisa berkembang biak di sekitar permukiman.

"Wadah yang bisa menampung air wajib dikosongkan, karena berpotensi menjadi wadah berkembang biaknya nyamuk DBD pasca turun hujan. Jadi jangan dianggap remeh," ungkapnya.

Selain itu, sambung Umi, kebersihan lingkungan yang dirinya maksud tentu tidak hanya terfokus pada tempat-tempat yang berpotensi sebagai penampung air hujan, namun juga kebersihan lainnya, seperti saluran air.

Sebab apabila saluran air disekitar rumah tidak dibersihkan, dikhawatirkan akan menyebabkan banjir akibat air tidak bisa disalurkan dengan baik.

"Kalau bukan kita siapa lagi yang bergerak untuk mengantisipasi hal tersebut. Lebih baik mencegah dengan melakukan berbagai tindakan awal sejak saat ini," ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya juga meminta kepada Dinas Kesehatan Palangka Raya, untuk terus memberikan sosialisasi mengenai bahaya dari nyamuk DBD yang biasanya datang pada musim hujan.

Semakin banyak sosialisasi dilakukan, diyakini sedikit banyak akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mulai mewaspadai bahaya DBD.

"Saya harapkan instansi terkait gencar melakukan sosialisasi mengenai hal tersebut, sehingga warga Palangka Raya pada tahun ini tidak ada yang menjadi korban," tuturnya.

Pewarta : Adi Wibowo
Uploader : Admin 4
Copyright © ANTARA 2024