Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman datang menjenguk kondisi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

"Saya prihatin, saya prihatin," ujar Amran ketika baru datang menerobos kerumunan wartawan sekitar pukul 16.25 WIB, Kamis.

Namun, Amran tidak bersedia diwawancarai lebih lanjut karena belum melihat kondisi Wiranto yang dirawat karena mengalami penusukan di Pandeglang, Banten.

Baca juga: Flash - Menko Polhukam Wiranto ditusuk orang tidak dikenal

Di tempat yang sama, Tjahjo Kumolo yang baru selesai menjenguk kondisi Wiranto mengatakan, kondisi Wiranto sudah stabil bahkan sudah bisa bersalaman.

"Sudah stabil, baik. Tadi di dalam sempat bersalaman. Beliau senyum," ujar Tjahjo yang juga Pelaksana Tugas Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Plt. Menkumham).

Tjahjo Kumolo mengatakan Wiranto kini dirawat intensif oleh dokter Terawan beserta timnya. "Iya tadi ada dokter Terawan dan timnya."

Menko Polhukam mendapat perawatan di RSPAD akibat ditusuk oleh warga di Alun-alun Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Baca juga: Ini kronologis penusukan Menko Polhukam Wiranto

Insiden itu terjadi ketika Wiranto melakukan kunjungan kerja.

Wiranto mendapat penanganan medis awal di Puskesmas Menes dan RSUD Berkah, Pandeglang.

Sebelumnya menurut Direktur Utama RSUD Berkah Pandeglang, Firman, Menko Polhukam terkena dua tusukan di bagian perut.
 

Selain Wiranto, petugas medis juga menangani tiga orang lain yang juga terkana tusukan, yakni ajudan Wiranto, Kapolsek Menes dan seorang pegawai Universitas Mathla'ul Anwar.

Selanjutnya Wiranto diterbangkan menggunakan helikopter ke RSPAD Jakarta untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Baca juga: Tak hanya Wiranto, ajudan dan seorang polisi juga kena tusuk
Baca juga: Dua orang diduga serang Wiranto diamankan polisi
Baca juga: Penyerang Wiranto dikenal suka ceramahi tetangga dan taat beribadah


Pewarta : Abdu Faisal
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024