Jakarta (ANTARA) - Hanum Salsabiela Rais mengklaim bahwa cuitannya soal kasus penusukan terhadap Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto, terhapus.

"Kehapus. Saya hanya menyampaikan betapa masyarakat sekarang susah memahami mana yang harus dipercayai. Dan itu sangat mengkhawatirkan," kata Hanum di atas tangkapan layar dari cuitannya yang terhapus, Kamis.

Tak lama, putri dari Amien Rais itu lalu membuat cuitan lainnya yang mengatakan bahwa ia sebenarnya prihatin dan menolak segala tindak kekerasan.

Baca juga: Penusukan Menkopolhukam Wiranto dicurigai rekayasa

"Melihat komen online, Anda bisa mengecek juga, saya justru mengungkapkan keprihatinan mendalam karna masyarakat seapatis itu dan setidakpeduli itu," kata Hanum.

"Ditambah dgn media yang terus memberi info salah/gegabah. Jelas kita menyesalkan yang terjadi. And we’re in the same boat: fighting against violence!" tutupnya.

Pada pukul 17.10, Hanum kembali menuliskan keprihatinannya terkait kasus kekerasan tersebut. Ia juga mengatakan cukup menyesalkan banyaknya hoaks yang memperkeruh cara pikir warganet.

Baca juga: Selain taat beribadah, pelaku penusukan Wiranto dikenal jago IT

https://twitter.com/hanumrais/status/1182236667161169922?s=09

Sebelumnya, Hanum sempat menuliskan pendapatnya terkait kasus penusukan Menko Polhukam RI Wiranto yang terjadi Kamis (10/10) siang ini. Warganet merespon cuitan tersebut karena dinilai tidak elok untuk menanggapi sebuah tindak kekerasan.

Menko Polhukam mendapat perawatan di RSPAD akibat ditusuk oleh warga di Alun-alun Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Selain Wiranto, petugas medis juga menangani tiga orang lain yang juga terkana tusukan, yakni ajudan Wiranto, Kapolsek Menes dan seorang pegawai Universitas Mathla'ul Anwar.

Baca juga: Ini kronologis penusukan Menko Polhukam Wiranto
Baca juga: Wiranto terkena dua tusukan di perut
Baca juga: Kondisi terkini Wiranto setelah insiden penusukan

Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024