Program integrasi sawit-sapi di Kobar jadi pusat pembelajaran sejumlah daerah
Selasa, 5 November 2019 6:42 WIB
Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah menerima kunjungan rombongan Pemprov Babel. (ANTARA/Hendri Gunawan)
Pangkalan Bun (ANTARA) - Program integrasi sawit-sapi di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah menjadi pusat pembelajaran bagi sejumlah daerah dari luar provinsi.
Setelah sebelumnya Pemerintah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, kali ini giliran Pemerintah Provinsi Bangka Belitung yang datang berkunjung guna mempelajari program integrasi sawit-sapi yang sudah lama diterapkan dan berjalan dengan baik, kata Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah di Pangkalan Bun, Senin.
"Kedatangan mereka menggambarkan sebuah indikator keberhasilan perusahaan-perusahaan di Kobar dalam mengintegrasikan sawit-sapi," katanya.
Pihaknya bersyukur dengan kedatangan pemerintah dari provinsi dan kabupaten lain tersebut, selain untuk bersilaturahmi bertukar pengalaman dan ilmu, tak kalah penting adalah menjadikan kegiatan semacam itu bisa berdampak pada perekonomian daerah.
Kunjungan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai sarana promosi potensi yang ada di Kobar, bukan hanya sektor peternakan sapi dan integrasi sawit tetapi juga pariwisata yang selama ini menjadi andalan daerah.
Pada industri kedepan, juga ingin dikembangkan industri hilir kelapa sawit dengan benar dan membuka peluang investasi, serta sektor lainnya yang tentu memiliki efek besar terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Babel Juadi menuturkan, melalui kunjungan itu pihaknya ingin belajar dengan Kobar yang sudah lebih dulu melaksanakan integrasi sawit-sapi.
"Nantinya melalui pembelajaran ini, akan kami kembangkan dan modifikasi sesuaikan dengan kondisi di Bangka Belitung," ucapnya.
Lebih jauh Juadi menjelaskan, sebenarnya dari masyarakat di daerahnya sudah ada yang melaksanakan integrasi sawit-sapi, namun sekarang ini pihaknya tengah mencoba mendorong 45 perusahaan sawit yang ada di Babel untuk ikut mengembangkan pola tersebut.
Harapannya perusahaan bisa berkontribusi terhadap pemenuhan daging sapi di Babel, sebab 80 persen pemenuhan sapi di wilayahnya didatangkan dari luar daerah.
Selain itu, bukan hanya untuk pemenuhan daging sapi yang ingin pihaknya lakukan dengan program integrasi sawit-sapi. Pihaknya juga ingin mengambil pemanfaatan dari kotoran sapi.
"Satu ekor sapi menghasilkan 25 kilogram kotoran per hari, kotoran itu ingin kami jadikan sebagai pupuk organik mengingat tanah di Babel tidak sesubur Kobar," terangnya.
Setelah sebelumnya Pemerintah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, kali ini giliran Pemerintah Provinsi Bangka Belitung yang datang berkunjung guna mempelajari program integrasi sawit-sapi yang sudah lama diterapkan dan berjalan dengan baik, kata Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah di Pangkalan Bun, Senin.
"Kedatangan mereka menggambarkan sebuah indikator keberhasilan perusahaan-perusahaan di Kobar dalam mengintegrasikan sawit-sapi," katanya.
Pihaknya bersyukur dengan kedatangan pemerintah dari provinsi dan kabupaten lain tersebut, selain untuk bersilaturahmi bertukar pengalaman dan ilmu, tak kalah penting adalah menjadikan kegiatan semacam itu bisa berdampak pada perekonomian daerah.
Kunjungan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai sarana promosi potensi yang ada di Kobar, bukan hanya sektor peternakan sapi dan integrasi sawit tetapi juga pariwisata yang selama ini menjadi andalan daerah.
Pada industri kedepan, juga ingin dikembangkan industri hilir kelapa sawit dengan benar dan membuka peluang investasi, serta sektor lainnya yang tentu memiliki efek besar terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Babel Juadi menuturkan, melalui kunjungan itu pihaknya ingin belajar dengan Kobar yang sudah lebih dulu melaksanakan integrasi sawit-sapi.
"Nantinya melalui pembelajaran ini, akan kami kembangkan dan modifikasi sesuaikan dengan kondisi di Bangka Belitung," ucapnya.
Lebih jauh Juadi menjelaskan, sebenarnya dari masyarakat di daerahnya sudah ada yang melaksanakan integrasi sawit-sapi, namun sekarang ini pihaknya tengah mencoba mendorong 45 perusahaan sawit yang ada di Babel untuk ikut mengembangkan pola tersebut.
Harapannya perusahaan bisa berkontribusi terhadap pemenuhan daging sapi di Babel, sebab 80 persen pemenuhan sapi di wilayahnya didatangkan dari luar daerah.
Selain itu, bukan hanya untuk pemenuhan daging sapi yang ingin pihaknya lakukan dengan program integrasi sawit-sapi. Pihaknya juga ingin mengambil pemanfaatan dari kotoran sapi.
"Satu ekor sapi menghasilkan 25 kilogram kotoran per hari, kotoran itu ingin kami jadikan sebagai pupuk organik mengingat tanah di Babel tidak sesubur Kobar," terangnya.
Pewarta : Hendri Gunawan
Editor : Admin 4
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wabup Kotawaringin Barat tekankan penguatan kerja sama wujudkan pendidikan bermutu
02 May 2026 17:48 WIB
Kejari Kobar sampaikan putusan sidang korupsi pembangunan pabrik tepung ikan
29 April 2026 16:01 WIB
PLN UIP KLB optimalkan pengamanan aset ketenagalistrikan di Kotawaringin Barat
28 April 2026 12:17 WIB
Wabup Kobar sebut semangat otonomi penggerak terwujudnya pemerintahan lebih baik
27 April 2026 15:09 WIB
Terpopuler - Kotawaringin Barat
Lihat Juga
Wabup Kotawaringin Barat tekankan penguatan kerja sama wujudkan pendidikan bermutu
02 May 2026 17:48 WIB
Kejari Kobar sampaikan putusan sidang korupsi pembangunan pabrik tepung ikan
29 April 2026 16:01 WIB
Edukasi dan aksi nyata, PT GSDI tanamkan kesadaran lingkungan serta pencegahan karhutla
28 April 2026 13:22 WIB
Bupati Kotawaringin Barat: Transaksi non tunai wujudkan pemerintahan desa bersih
25 April 2026 17:04 WIB