Sampit (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran mengajak semua pihak untuk tidak lengah dalam menghadapi penularan virus Corona jenis COVID-19 agar penyebarannya di daerah ini tidak semakin parah.

"Kita di Kalteng jangan sampai lengah. Masyarakat juga harus peduli dan aktif melindungi diri dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat," kata Sugianto di Sampit, Senin.

Sugianto berkunjung ke Bandara Haji Asan Sampit memantau upaya pencegahan COVID-19 yang dilakukan oleh pemerintah daerah di bandara tersebut. Bandara menjadi perhatian karena banyak kasus di beberapa negara, penyebaran COVID-19 cukup cepat masuk melalui bandara, yakni dari penumpang yang datang dari daerah terjangkit COVID-19.

Kedatangan Sugianto ke Sampit juga untuk memastikan kesiapan RSUD dr Murjani Sampit dalam menangani jika ada pasien 'suspect' COVID-19. Dia mengaku senang karena informasi yang disampaikan Wakil Bupati Kotawaringin Timur HM Taufiq Mukri kepadanya, rumah sakit sudah menyiapkan ruang isolasi dengan 16 tempat tidur untuk antisipasi.

Sugianto menyebutkan, saat ini di Kalimantan Tengah sudah terdapat dua warga yang dinyatakan positif terjangkit COVID-19. Saat ini kondisi keduanya stabil dan diharapkan bisa disembuhkan.

Adanya pasien positif COVID-19 membuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menaikkan status dari Siaga menjadi Tanggap Darurat. Setibanya di Palangka Raya, Sugianto mengatakan dirinya akan memimpin rapat, kemudian menandatangani surat keputusan peningkatan status tersebut.

Untuk menangani COVID-19, pemerintah provinsi sudah membentuk tiga tim, yakni khusus menangani pasien, tim pengawasan pangan serta penanganan secara menyeluruh melibatkan pemerintah kabupaten dan kota.

"Saya meminta kita semua bersama-sama bekerja keras menangani. Pencegahan seperti penyemprotan desinfektan harus dimaksimalkan, termasuk di rumah ibadah," harap Sugianto.

Terkait stok beras, dia mengaku sudah mendapat penjelasan dari Bulog bahwa stok aman antara lima hingga tujuh bulan. Petani di sejumlah daerah juga akan melaksanakan panen sehingga stok beras dipastikan akan bertambah.

"Bulog menyiapkan dana Rp43 miliar dan pemerintah provinsi menyiapkan Rp50 miliar. Ini kan rata-rata mau panen. Nanti kita beli sehingga tidak dibawa ke luar, nantinya kita stok di Bulog," jelas Sugianto.

Baca juga: Kapal PT DLU tetap beroperasi angkut logistik

Sugianto mengajak masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah dalam mencegah COVID-19. Kegiatan keagamaan yang mengumpulkan orang banyak, diharapkan juga ditunda untuk sementara waktu.

Menurut Sugianto, ini merupakan ikhtiar yang sudah seharusnya dilakukan. Ibadah dan doa bisa dilakukan di rumah masing-masing karena situasi saat ini yang harus diwaspadai agar tidak terjangkit COVID-19.

"Masyarakat juga harus sadar dan peduli melindungi diri dan keluarga. Jangan menyalahkan pemerintah. Petugas medis sudah ada yang jadi korban, termasuk lima orang dokter di Indonesia. Ini harus menjadi perhatian kita bersama," kata Sugianto.

Wakil Bupati Kotawaringin Timur HM Taufiq Mukri mengatakan, kedatangan gubernur menunjukkan perhatian besar gubernur terhadap Kabupaten Kotawaringin Timur. Pemerintah kabupaten juga terus berupaya melakukan berbagai langkah untuk mencegah penularan COVID-19.

"Selain menyiapkan ruang isolasi, penyemprotan desinfektan secara massal juga sedang dilakukan. Mudah-mudahan daerah kita ini terhindar dari penyebaran COVID-19. Masyarakat juga harus peduli dengan menjalankan pola hidup sehat," demikian Taufiq.

Baca juga: Sempat diobservasi, ABK asal Gresik diperbolehkan pulang

Baca juga: Satu ABK diobservasi dan 36 ODP di Kotim


Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024