Warga Kelurahan Madurejo buatkan 'face shield' untuk tenaga medis rumah sakit
Selasa, 14 April 2020 15:14 WIB
Lurah Madurejo Sigit Imam Mulia (kiri) bersama bhabinkamtibmas dan perwakilan warga RT 14 menyalurkan 'face shield' ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. (ANTARA/Ho-Dokumen Pribadi)
Pangkalan Bun (ANTARA) - Sejumlah warga di RT 14 Kelurahan Madurejo Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah gotong royong membuat pelindung wajah atau 'face shield', dan membagikannya secara gratis kepada tenaga medis di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
"Kegiatan tersebut merupakan inisiatif dan swadaya warga RT 14, Kelurahan Madurejo yang dikoordinir oleh kami bersama ketua RT," kata Lurah Madurejo Sigit Imam Mulia, Selasa.
Pelindung wajah yang dihasilkan hanya sekadar melindungi bagian wajah dari droplet virus. Meski demikian, inisiatif warga RT 14 tersebut patut diapresiasi, mengingat berbagai alat pelindung diri benar-benar sedang dibutuhkan oleh tenaga medis saat pandemi COVID-19.
Pembuatan pelindung wajah tersebut sebelumnya juga sudah melalui koordinasi dengan tim dokter rumah sakit RSUD Sultan Imanuddin, sehingga peralatan yang dihasilkan sudah mendekati standar dan layak digunakan tenaga medis.
Kegiatan yang dilakukan secara gotong royong dan terpusat di kediaman Ketua RT 14 Kelurahan Madurejo tersebut, menghasilkan sebanyak 470 buah pelindung wajah.
"Senin (13/4) kemarin, 470 buah pelindung wajah tersebut langsung kami serahkan kepada pihak RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, untuk dapat digunakan," katanya.
Selain membuatkan pelindung wajah untuk tenaga medis, warga Kelurahan Madurejo juga melaksanakan kegiatan lainnya, seperti penyemprotan desinfektan, mensosialisasikan imbauan pembatasan kegiatan sosial, mengurangi kontak fisik atau 'physical distancing', serta wajib memakai masker saat di luar rumah.
Terpisah, Wakil Bupati Kotawaringin Barat Ahmadi Riansyah mengapresiasi kreativitas kemanusiaan yang ditunjukkan warga RT 14 Kelurahan Madurejo.
"Apa yang mereka lakukan patut diapresiasi serta menjadi contoh dan teladan bersama, untuk saling bahu-membahu membantu dalam hal kebaikan," jelaa Ahmadi.
Dirinya menambahkan, COVID-19 merupakan wabah yang menyerang hampir seluruh penjuru dunia, tentu saja butuh penanganan bersama dan tidak hanya oleh pemerintah daerah, provinsi maupun pusat, tetapi kolaborasi semua pihak.
Baik para pelaku usaha swasta, maupun masyarakat yang memiliki kemampuan lebih, utamanya membantu warga di lingkungan terdekatnya yang terdampak.
"Kegiatan tersebut merupakan inisiatif dan swadaya warga RT 14, Kelurahan Madurejo yang dikoordinir oleh kami bersama ketua RT," kata Lurah Madurejo Sigit Imam Mulia, Selasa.
Pelindung wajah yang dihasilkan hanya sekadar melindungi bagian wajah dari droplet virus. Meski demikian, inisiatif warga RT 14 tersebut patut diapresiasi, mengingat berbagai alat pelindung diri benar-benar sedang dibutuhkan oleh tenaga medis saat pandemi COVID-19.
Pembuatan pelindung wajah tersebut sebelumnya juga sudah melalui koordinasi dengan tim dokter rumah sakit RSUD Sultan Imanuddin, sehingga peralatan yang dihasilkan sudah mendekati standar dan layak digunakan tenaga medis.
Kegiatan yang dilakukan secara gotong royong dan terpusat di kediaman Ketua RT 14 Kelurahan Madurejo tersebut, menghasilkan sebanyak 470 buah pelindung wajah.
"Senin (13/4) kemarin, 470 buah pelindung wajah tersebut langsung kami serahkan kepada pihak RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, untuk dapat digunakan," katanya.
Selain membuatkan pelindung wajah untuk tenaga medis, warga Kelurahan Madurejo juga melaksanakan kegiatan lainnya, seperti penyemprotan desinfektan, mensosialisasikan imbauan pembatasan kegiatan sosial, mengurangi kontak fisik atau 'physical distancing', serta wajib memakai masker saat di luar rumah.
Terpisah, Wakil Bupati Kotawaringin Barat Ahmadi Riansyah mengapresiasi kreativitas kemanusiaan yang ditunjukkan warga RT 14 Kelurahan Madurejo.
"Apa yang mereka lakukan patut diapresiasi serta menjadi contoh dan teladan bersama, untuk saling bahu-membahu membantu dalam hal kebaikan," jelaa Ahmadi.
Dirinya menambahkan, COVID-19 merupakan wabah yang menyerang hampir seluruh penjuru dunia, tentu saja butuh penanganan bersama dan tidak hanya oleh pemerintah daerah, provinsi maupun pusat, tetapi kolaborasi semua pihak.
Baik para pelaku usaha swasta, maupun masyarakat yang memiliki kemampuan lebih, utamanya membantu warga di lingkungan terdekatnya yang terdampak.
Pewarta : Hendri Gunawan
Editor : Admin 4
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wabup Kotawaringin Barat tekankan penguatan kerja sama wujudkan pendidikan bermutu
02 May 2026 17:48 WIB
Kejari Kobar sampaikan putusan sidang korupsi pembangunan pabrik tepung ikan
29 April 2026 16:01 WIB
PLN UIP KLB optimalkan pengamanan aset ketenagalistrikan di Kotawaringin Barat
28 April 2026 12:17 WIB
Terpopuler - Kotawaringin Barat
Lihat Juga
Kejari Kobar sampaikan putusan sidang korupsi pembangunan pabrik tepung ikan
29 April 2026 16:01 WIB
Edukasi dan aksi nyata, PT GSDI tanamkan kesadaran lingkungan serta pencegahan karhutla
28 April 2026 13:22 WIB