Diduga mengambil data, Xiaomi rilis pembaruan browser
Selasa, 5 Mei 2020 17:32 WIB
Xiaomi bantah soal tuduhan pencurian data
Jakarta (ANTARA) - Xiaomi merilis pembaruan untuk aplikasi peramban Mi Browser, Mi Browser Pro dan Mint Browser, tak lama setelah merk ponsel asal China tersebut dituduh diam-diam mengambil data pengguna mereka.
"Kami berterima kasih atas perhatian, saran dan dedikasi kalian selama beberapa hari belakangan ini, untuk memperbaiki pengalaman pengguna dalam produk dan layanan kami," kata Xiaomi dalam unggahan di blog resmi mereka, dikutip Selasa.
Ketiga pembaruan tersebut bisa diakses lewat Google Play Store, dengan versi 12.1.4 untuk Mi Browser/Mi Browser Pro dan Mint Browser v3.4.3.
Pengguna, setelah pembaruan, bisa menyalakan atau mematikan fitur pengumpulan data teragregasi di mode incognito di ketiga browser tersebut.
Sebelum mengumumkan pembaruan, Xiaomi menuliskan rencana perbaikan di browser-browser tersebut, termasuk untuk mode incognito, agar pengguna memiliki kuasa untuk mengatur apa yang ingin mereka bagikan dengan Xiaomi.
Xiaomi beberapa waktu lalu dituduh diam-diam mengambil data dari peramban atau browser bawaan merk tersebut, antara lain melacak aktivitas pengguna di aplikasi tersebut.
Xiaomi dituduh diam-diam mengirim data-data tersebut ke server yang berada di Singapura, Rusia dan China.
"Kami berterima kasih atas perhatian, saran dan dedikasi kalian selama beberapa hari belakangan ini, untuk memperbaiki pengalaman pengguna dalam produk dan layanan kami," kata Xiaomi dalam unggahan di blog resmi mereka, dikutip Selasa.
Ketiga pembaruan tersebut bisa diakses lewat Google Play Store, dengan versi 12.1.4 untuk Mi Browser/Mi Browser Pro dan Mint Browser v3.4.3.
Pengguna, setelah pembaruan, bisa menyalakan atau mematikan fitur pengumpulan data teragregasi di mode incognito di ketiga browser tersebut.
Sebelum mengumumkan pembaruan, Xiaomi menuliskan rencana perbaikan di browser-browser tersebut, termasuk untuk mode incognito, agar pengguna memiliki kuasa untuk mengatur apa yang ingin mereka bagikan dengan Xiaomi.
Xiaomi beberapa waktu lalu dituduh diam-diam mengambil data dari peramban atau browser bawaan merk tersebut, antara lain melacak aktivitas pengguna di aplikasi tersebut.
Xiaomi dituduh diam-diam mengirim data-data tersebut ke server yang berada di Singapura, Rusia dan China.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Aplikasi Muslim Pro ini hadirkan pembaruan untuk optimalkan ibadah selama Ramadhan
03 February 2026 18:48 WIB
Android auto dapat pembaruan dengan dua fitur baru bikin jalanan lebih terkendali
04 October 2025 17:20 WIB
Berikut berbagai sentuhan pembaruan pada NMAX, berikan sensasi berkendara TURBO
27 June 2024 8:54 WIB, 2024
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Delonix Hotel terapkan prinsip keberlanjutan berbasis sains dari EarthCheck
15 February 2026 9:38 WIB
Nothing Phone 4a ungkap bocoran kapasitas memori dan pilihan warna terbaru
13 February 2026 20:38 WIB