Risiko tinggi kematian akibat COVID-19 pada pasien ginjal dan jantung
Sejumlah petugas mengangkat peti jenazah seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 dari kendaraan untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Poboya, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (11/5/2020). PDP berusia 56 tahun itu meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Undata Palu. Data Gugus Tugas COVID-19 Sulteng per 11 Mei 2020, jumlah kasus positif COVID-19 sebanyak 83 orang, PDP 31 orang, 3 meninggal dunia, dan 13 orang dinyatakan sembuh. ANTARAFOTO/Eddy Djunaedi/bmz/hp. (ANTARAFOTO/BASRI MARZUKI)
Usai rapat terbatas melalui video konferensi mengenai "Evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)" di Jakarta, Selasa, ia memaparkan data terakhir bahwa risiko kematian COVID-19 terhadap pasien dengan penyakit penyerta (komorbid) ginjal mencapai 7:10. Artinya tujuh dari 10 pasien COVID-19 dengan penyakit penyerta ginjal, meninggal dunia.
“10 orang yang kena COVID-19 dengan yang (penyakit, red.) ginjal memiliki angka kematian tujuh dari 10 orang, tepatnya 6,8 dari 10 orang, jadi sangat tinggi,” ujar dia.
Setelah ginjal, pasien COVID-19 dengan penyakit penyerta jantung memiliki risiko kematian tertinggi kedua.
Sebanyak lima dari 10 pasien COVID-19 dengan penyakit penyerta jantung, ujar dia, meninggal dunia.
Baca juga: Kelompok penyakit penyerta dominasi kematian COVID-19, kata Dekan FKUI
Oleh karena itu, Doni mengatakan masyarakat Indonesia yang memiliki riwayat penyakit ginjal dan jantung harus meningkatkan kewaspadaan.
Mereka harus mematuhi protokoler kesehatan untuk membatasi jarak fisik, selalu cuci tangan dengan sabun, tidak menyentuh muka dengan tangan kotor, dan menggunakan masker.
“Isolasi mandiri serius dan sungguh-sungguh tidak boleh lakukan kegiatan apapun, apalagi dengan orang tidak dikenal,” ujar dia.
Hingga Senin (11/5), pasien positif COVID-19 di Indonesia mencapai 14.265 orang dengan 2.881 orang dinyatakan sembuh dan 991 orang meninggal dunia. Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 31.994 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) 249.105 orang.
Kasus positif COVID-19 sudah menyebar di seluruh provinsi di Indonesia dengan daerah terbanyak, yaitu DKI Jakarta (5.276), Jawa Timur (1.536), Jawa Barat (1.493), Jawa Tengah (980), Sulawesi Selatan (722), Banten (541), Nusa Tenggara Barat (331), Bali (314), Papua (308), Sumatera Barat (299), Sumatera Selatan (278), dan Kalimantan Selatan (263).
Pewarta : Indra Arief Pribadi
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nyeri punggung akibat aktivitas dan gangguan ginjal memiliki perbedaan karakteristik
30 April 2026 11:42 WIB
Britney Spears jalani rehabilitasi setelah ditangkap akibat mengemudi di bawah pengaruh alkohol
13 April 2026 13:53 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB