Jak (ANTARA) - Renault pada Senin (17/8) menghadirkan varian Duster bermesin turbo yang dijual seharga 10,49 lakh hingga 13,59 lakh (Rp207 juta - 260 juta) untuk pasar India.
Varian turbo lebih mahal dari Duster bermesin biasa yang dijual antara Rp171 juta hingga Rp195 juta di pasar India.
Duster Turbo memakai mesin empat silinder 1.300cc yang menghasilkan tenaga 156 PS dan torsi 254 Nm. Varian manual memakai gearbox 6-percepatan, sedangkan CVT memakai teknologi X-Tronic.
Baca juga: Ketiga kalinya, Renault protes legalitas mobil Racing Point
Mesin itu menggunakan sistem injeksi langsung (direct injection) yang dilengkapi turbocharger untuk menaikkan tenaga sekaligus menghemat bahan bakar.
"Peluncuran Renault Duster yang dilengkapi mesin bensin turbo 1.3L menandai babak baru perjalanan Duster," kata Venkatram Mamillapalle, CEO & Managing Director Renault India Operations di laman resmi perusahaan.
"Ini adalah mesin berkelas yang dipakai SUV dan crossover global kami seperti model Kadjar dan Arkana," kata dia.
Mengikuti varian sebelumnya, Duster Turbo tersedia dalam lima tipe antara lain tiga model bertransmisi manual (RXE, RXS, RXZ) dan dua model berpenggerak CVT (RXS dan RXZ).
Di sisi lain, Renault Duster di kelas SUV memiliki banyak pesaing di pasar India antara lain Hyundai Creta, Ford Ecosport, Kia Seltos, dan dua produk lokal yakni Tata Nexon dan Mahindra XUV300.
Baca juga: Aliansi Renault dinilai kekurangan sosok pemimpin
Baca juga: Renault - Samsung hadirkan sedan SM6 versi 'facelift'
Baca juga: Renault Kwid RXL terbaru dijual dengan harga Rp80 jutaan
Renault hadirkan varian Duster bermesin Turbo
Selasa, 18 Agustus 2020 17:25 WIB
Renault Duster Turbo (ANTARA/HO)
Pewarta : A069
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Nothing Phone 4a ungkap bocoran kapasitas memori dan pilihan warna terbaru
13 February 2026 20:38 WIB
Threads hadirkan fitur Dear Algo guna mempermudah pengaturan algoritma konten
12 February 2026 16:37 WIB
Mudik 2026 bakal lebih teratur melalui integrasi data Google dan Korlantas
12 February 2026 16:34 WIB