Logo Header Antaranews Kalteng

ANTARA: Transformasi digital jadi kunci komunikasi korporasi

Jumat, 13 Februari 2026 14:22 WIB
Image Print
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menyampaikan paparannya pada acara Corcomm Summit Telkom 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). Corcomm Summit 2026 tersebut menjadi wadah strategis bagi Telkom dalam merumuskan strategi komunikasi dan memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menghadirkan berbagai narasumber salah satunya Dirut Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Benny Siga Butarbutar menilai fungsi komunikasi korporasi atau corporate communication (Corcomm) saat ini harus naik kelas dan tidak lagi hanya diposisikan sekadar sebagai penyampai informasi.

Ia mengatakan perubahan lanskap media dan derasnya arus informasi digital membuat komunikasi menjadi faktor penentu reputasi suatu perusahaan atau organisasi.

“Sekarang bukan lagi eranya perusahaan atau organisasi hanya butuh komunikasi. Justru orang yang ahli komunikasi bisa menghidupkan perusahaan atau organisasi,” kata Benny saat memberikan paparan dalam Corcomm Summit 2026 di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, kekuatan komunikasi terletak pada kemampuan membangun narasi yang mampu memengaruhi persepsi publik secara bertanggung jawab.

Benny menilai pergeseran media menuju konvergensi dan konglomerasi membuat organisasi harus memahami cara kerja media dengan lebih mendalam, bukan sekadar mengandalkan siaran pers.

Ia juga menekankan pentingnya akurasi dan presisi pesan, karena kesalahan komunikasi dapat berdampak besar terhadap reputasi institusi.

“Kecepatan itu penting, tapi kepercayaan dibangun dari konsistensi dan ketepatan,” ujarnya.

Dalam paparannya, Benny menyoroti perlunya pola pikir ruang redaksi (newsroom mindset) dalam komunikasi korporasi, termasuk ketajaman dalam menentukan judul, pesan utama, dan sudut pandang.

Menurut dia, komunikasi yang efektif harus berbasis data dan fakta, bukan sekadar opini atau asumsi.

Ia menambahkan, fungsi komunikasi perlu terintegrasi dengan manajemen risiko dan kesiapsiagaan krisis agar organisasi tidak bersikap reaktif saat menghadapi tekanan isu tak terduga.

Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Benny Siga Butarbutar (kanan) menerima plakat penghargaan dari SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom Ahmad Reza (kiri) pada Corcomm Summit 2026 di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Kamis (12/2/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

Benny memberi contoh pengalamannya saat menangani komunikasi sebuah krisis di industri penerbangan, ketika setiap pernyataan terhadap publik dapat berdampak langsung terhadap reputasi perusahaan hingga pergerakan saham. Menurut dia, komunikasi yang tidak presisi dan tidak berbasis fakta berisiko memperburuk situasi.

Ia mengatakan dalam kondisi krisis, fungsi komunikasi harus mampu memisahkan kepentingan korporasi dengan persoalan individu, serta menjaga konsistensi pesan agar tidak menimbulkan spekulasi lanjutan.

Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi pelajaran penting bahwa komunikasi korporasi bukan hanya mengedepankan respons cepat, tetapi pengambilan posisi strategis yang berdampak luas.

“Sekali kita salah membingkai pesan, dampaknya bisa ke mana-mana, bahkan ke harga saham. Karena itu, persiapan, fakta, konsistensi, dan presisi menjadi kunci,” ungkapnya.

Benny juga menekankan pentingnya keselarasan antara pimpinan dan fungsi komunikasi agar pesan organisasi tersampaikan secara utuh kepada publik.

“Kalau pimpinan percaya pada fungsi komunikasi dan komunikasi dipercaya media, pesan organisasi akan sampai dengan baik,” tutur dia.

Corcomm Summit 2026 merupakan acara yang menghadirkan para pimpinan dan praktisi media untuk membahas penguatan peran komunikasi korporasi di tengah perubahan ekosistem media digital.



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026