Harga batu bara turun tipis 0,92 dolar AS/ton
Rabu, 2 September 2020 6:29 WIB
Ilustrasi - Tongkang mengangkut tambang batu bara berlayar di Sungai Barito di wilayah Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara. ANTARA/Kasriadi
Jakarta (ANTARA) - Pandemi COVID-19 masih terus menekan konsumsi batu bara domestik dan minat pasar global minim serapan, membuat harga batu bara acuan (HBA) September turun menjadi 49,42 dolar AS/ton.
"Untuk Harga Batu bara Acuan (HBA) di bulan September ditetapkan sebesar 49,42 dolar AS per ton," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Selasa.
Baca juga: UU Mineral dan Batu Bara baru dinilai berpihak kepada kepentingan nasional
Penetapan HBA tersebut mengalami penurunan tipis sebesar 0,92 dolar AS per ton dari HBA bulan sebelumnya, yakni 50,34 dolar AS per ton.
Menurut Agung, sentimen utama dari kontraksi HBA disebabkan oleh pengetatan kebijakan impor China dan India. Kondisi ini berujung pada cadangan batu bara di kedua negara tersebut melimpah sehingga kebutuhan impor batu bara menurun.
"COVID-19 menyebabkan penurunan impor batu bara oleh China sebesar 20 persen dan belum pulihnya permintaan dari India pasca-lockdown," jelasnya.
Baca juga: Harga batu bara turun 3,49 persen
Sejak COVID-19 ditetapkan sebagai pandemi global sepanjang tahun 2020, HBA sempat menguat sebesar 0,28 persen pada angka 67,08 dolar AS per ton pada Maret dibanding bulan Februari 66,89 dolar AS per ton. Kemudian, HBA terus mengalami pelemahan ke angka 65,77 dolar AS per ton pada bulan April dan 61,11 dolar AS per ton pada Mei. Selanjutnya Juni di angka 52,98 dolar AS per ton dan pada Juli turun lagi di 52,16 dolar AS per ton.
HBA diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platts 5900 pada bulan sebelumnya. Kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal per kilogram GAR.
Nantinya, harga acuan ini akan digunakan secara langsung dalam jual beli komoditas batu bara (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board (FOB Veseel).
Baca juga: Meski pandemi COVID-19, royalti pertambangan Kalteng capai target nasional
"Untuk Harga Batu bara Acuan (HBA) di bulan September ditetapkan sebesar 49,42 dolar AS per ton," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Selasa.
Baca juga: UU Mineral dan Batu Bara baru dinilai berpihak kepada kepentingan nasional
Penetapan HBA tersebut mengalami penurunan tipis sebesar 0,92 dolar AS per ton dari HBA bulan sebelumnya, yakni 50,34 dolar AS per ton.
Menurut Agung, sentimen utama dari kontraksi HBA disebabkan oleh pengetatan kebijakan impor China dan India. Kondisi ini berujung pada cadangan batu bara di kedua negara tersebut melimpah sehingga kebutuhan impor batu bara menurun.
"COVID-19 menyebabkan penurunan impor batu bara oleh China sebesar 20 persen dan belum pulihnya permintaan dari India pasca-lockdown," jelasnya.
Baca juga: Harga batu bara turun 3,49 persen
Sejak COVID-19 ditetapkan sebagai pandemi global sepanjang tahun 2020, HBA sempat menguat sebesar 0,28 persen pada angka 67,08 dolar AS per ton pada Maret dibanding bulan Februari 66,89 dolar AS per ton. Kemudian, HBA terus mengalami pelemahan ke angka 65,77 dolar AS per ton pada bulan April dan 61,11 dolar AS per ton pada Mei. Selanjutnya Juni di angka 52,98 dolar AS per ton dan pada Juli turun lagi di 52,16 dolar AS per ton.
HBA diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platts 5900 pada bulan sebelumnya. Kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal per kilogram GAR.
Nantinya, harga acuan ini akan digunakan secara langsung dalam jual beli komoditas batu bara (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board (FOB Veseel).
Baca juga: Meski pandemi COVID-19, royalti pertambangan Kalteng capai target nasional
Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor : Admin 1
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT Bumi Makmur Waskita gelar beragam kegiatan peringati Bulan K3 Nasional 2026
12 February 2026 15:38 WIB
Peduli ketahanan pangan masyarakat melalui program penyaluran sembako dan pupuk oleh PT Bumi Makmur Waskita
15 December 2025 10:11 WIB
Terpopuler - Pertambangan
Lihat Juga
Akademisi: Pertumbuhan ekonomi di Kalteng diperkirakan mencapai 6,03 persen
16 February 2026 21:24 WIB
MedcoEnergi perkuat pengurangan emisi metana melalui nitrogen gas blanketing
04 February 2026 7:38 WIB