Sampit (ANTARA) - Serangan buaya terhadap pencari kerang di Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali terjadi dan kali ini menimpa seorang remaja.

"Kejadiannya hampir sama dengan sebelumnya pada bulan lalu. Warga diserang saat mencari kerang. Untungnya berhasil diselamatkan oleh rekannya yang lain," kata Kepala Desa Lampuyang, Muksin dihubungi dari Sampit, Senin.

Korban serangan buaya kali ini adalah Muhammad (16) warga desa setempat. Dia diserang satwa buas itu ketika asyik mencari kerang pada Minggu (25/10) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat diserang buaya sepanjang sekitar 1,5 meter itu, korban berteriak dan berupaya melepaskan diri. Rekan-rekan korban yang mengetahui kejadian itu, langsung menolong sehingga buaya melepaskan gigitannya sehingga korban langsung dievakuasi untuk diobati.

Akibat kejadian ini, korban menderita luka bekas gigitan pada tangan kanan dan kiri serta kaki kiri. Saat ini korban masih menjalani rawat jalan untuk mengobati luka bekas gigitan biaya.

Menurut Muksin, warganya sudah mengetahui kawasan sekitar muara tempat mereka mencari kerang tersebut merupakan habitat buaya. Namun karena mencari kerang adalah pekerjaan mereka, warga pun tetap melakukannya meski sadar risiko serangan buaya tersebut.

Baca juga: Seorang bocah semalaman menunggu ayahnya yang meninggal terseret banjir

"Mereka biasanya berangkat berkelompok. Satu kelotok itu antara 15 sampai 30 orang menuju muara tempat mencari kerang tersebut. Kawasan itu memang habitat buaya. Selama ini buaya memang sering terlihat, tapi korban tidak menyangka akan diserang buaya," kata Muksin.

Sebelumnya, kejadian serangan buaya di lokasi yang sama terjadi pada Minggu (27/9) sekitar pukul 19.00 WIB lalu. Saat itu dua kakak-beradik warga Desa Lampuyang terluka akibat diserang buaya muara saat mencari kerang.

"Yang luka itu yang kakak yaitu Isnawati, sedangkan adiknya (Rama) luka kena cakar buaya. Untungnya warga lainnya cepat menolong dan buayanya juga tidak terlalu besar sehingga saat itu buayanya juga kabur," kata Kepala Muksin.

Menurut Muksin, selama ini sebagian masyarakat desa setempat berprofesi sebagai pencari kerang di muara Sungai Lampuyang. Warga biasanya mencari kerang saat sungai surut, saat ini air surut pada sore hingga malam hari.

Juni lalu, seorang pria pencari kerang juga diserang buaya, namun berhasil selamat. Kejadiannya juga di lokasi yang hampir sama. Warga tetap melakukan pekerjaan mereka mencari kerang, namun dengan meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga: Pembukaan sekolah di Kotim diharapkan tidak timbulkan kluster baru COVID-19

Baca juga: PGRI Kalteng serukan guru tingkatkan sosialisasi protokol kesehatan

Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024