Kurangi efek putus obat, Maradona dibius dokter pribadinya
Sabtu, 7 November 2020 11:13 WIB
FILE PHOTO: Argentinian soccer legend Diego Armando Maradona reacts to fans during his first training session as coach of Dorados at the Banorte stadium in Culiacan, in the Mexican state of Sinaloa, Mexico September 10, 2018. REUTERS/Henry Romero/File Photo/File Photo/File Photo.
Jakarta (ANTARA) - Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona dibius oleh dokter guna membantu mengatasi withdrawal symptom atau putus obat (gangguan fisik atau psikologis yang dialami karena kecanduan obat ketika obat dikurangi) dan akan tetap di rumah sakit, meskipun dia ingin pergi, kata dokter pribadinya seperti dikutip Reuters, Jumat.
"Dia ingin pergi tetapi dia akan bertahan," kata Leopoldo Luque kepada wartawan dalam satu pernyataan singkat di luar klinik Buenos Aires di mana Maradona dirawat.
"Ini adalah salah satu dari beberapa kali Diego diminta untuk jangan pergi."
Luque mengatakan mantan pemain Barcelona, Napoli dan Boca Juniors itu tetap di rumah sakit setelah menderita sejumlah "episode bingung" karena pantangan paksa.
Luque tidak mengatakan apa yang menjadi pantangan Maradona namun bintang Argentina itu sebelumnya menang berjuang keras melawan kecanduan minuman dan obat-obatan.
Pria berusia 60 tahun itu dibawa ke rumah sakit Selasa dan menjalani operasi darurat untuk hematoma subdural, yakni bekuan darah dalam otak.
Luque mengatakan Maradona telah "dibius untuk membantu memudahkan proses" putus obat itu.
"Diego sulit sekali, sulit sekali," kata dia. "Kami berusaha lebih kuat dari dia."
Maradona yang menjuarai Piala Dunia bersama Argentina pada 1986 dan dianggap sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa bolak balik ke rumah sakit selama bertahun-tahun yang sering kali terjadi karena gaya hidup berlebihan.
"Dia ingin pergi tetapi dia akan bertahan," kata Leopoldo Luque kepada wartawan dalam satu pernyataan singkat di luar klinik Buenos Aires di mana Maradona dirawat.
"Ini adalah salah satu dari beberapa kali Diego diminta untuk jangan pergi."
Luque mengatakan mantan pemain Barcelona, Napoli dan Boca Juniors itu tetap di rumah sakit setelah menderita sejumlah "episode bingung" karena pantangan paksa.
Luque tidak mengatakan apa yang menjadi pantangan Maradona namun bintang Argentina itu sebelumnya menang berjuang keras melawan kecanduan minuman dan obat-obatan.
Pria berusia 60 tahun itu dibawa ke rumah sakit Selasa dan menjalani operasi darurat untuk hematoma subdural, yakni bekuan darah dalam otak.
Luque mengatakan Maradona telah "dibius untuk membantu memudahkan proses" putus obat itu.
"Diego sulit sekali, sulit sekali," kata dia. "Kami berusaha lebih kuat dari dia."
Maradona yang menjuarai Piala Dunia bersama Argentina pada 1986 dan dianggap sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa bolak balik ke rumah sakit selama bertahun-tahun yang sering kali terjadi karena gaya hidup berlebihan.
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Liga Champions - Napoli ke perempat final setelah menang atas Frankfurt
16 March 2023 7:09 WIB, 2023
Bos sepak bola Amerika Selatan sodorkan warisan Pele-Maradona untuk Piala Dunia 2030
12 December 2022 10:45 WIB, 2022
Jersey 'Tangan Tuhan' Maradona akan dipajang selama Piala Dunia 2022
03 October 2022 12:39 WIB, 2022
Terpopuler - Sepakbola
Lihat Juga
Menang meyakinkan atas Pisa, Inter Milan kokoh di puncak klasemen sementara
26 January 2026 8:12 WIB