Tim Cook dan Mark Zuckerberg mengutuk kerusuhan di AS
Jumat, 8 Januari 2021 15:11 WIB
CEO Apple Tim Cook tiba untuk penayangan perdana Apple's "The Morning Show" di Lincoln Center di Manhattan, New York City, New York, Amerika Serikat, Senin (28/10/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Eduardo Munoz/aww/cfo
Jakarta (ANTARA) - Para pimpinan perusahaan teknologi, termasuk Mark Zuckerberg dan Tim Cook mengutuk aksi massa yang menimbulkan kerusuhan di Capitol, Washington D.C, Amerika Serikat.
Dikutip dari laman Cnet, Jumat, para pembesar teknologi secara terbuka menyampaikan kekecewaan mereka di media sosial tentang aksi massa tersebut.
"Mereka yang bertanggung jawab atas pemberontakan ini harus dimintai pertanggungjawaban dan kita harus menyelesaikan transisi ke pemerintahan Presiden terpilih Biden," kata CEO Apple, Tim Cook di akun Twitter.
Baca juga: Twitch turut menonaktifkan akun Trump
Sementara CEO Facebook Mark Zuckerberg dalam memo internal kepada pegawai, dilaporkan oleh The New York Times, menulis dia merasa sedih atas aksi kekerasan ini.
"Transisi kepemimpinan yang damai adalah penting untuk demokrasi kita. Kita perlu pemimpin politik yang bisa memberikan teladan dan mengutamakan negara," kata Zuckerberg.
CEO Alphabet, perusahaan induk Google, Sundar Pichai, juga dalam memo internal perusahaan, menyebut aksi massa di Capitol sebagai "pelanggaran hukum dan kekerasan" serta "antitesis demokrasi".
"Pemilihan umum yang bebas dan aman serta menyelesaikan perbedaan dalam damai adalah pondasi berjalannya demokrasi," kata Pichai.
CEO Microsoft Satya Nadella mencuit ulang unggahan penasihat utama perusahaan, Brad Smith, bahwa hari Rabu (6/1) adalah "hari untuk mengutarakan Konstitusi dan nilai-nilainya".
Baca juga: Akun Facebook dan Instagram Donald Trump diblokir
Baca juga: Twitter nonaktifkan akun Donald Trump terkait kerusuhan Kongres
Baca juga: Trump mengancam tidak tandatangani RUU bantuan COVID-19, ini alasannya
Dikutip dari laman Cnet, Jumat, para pembesar teknologi secara terbuka menyampaikan kekecewaan mereka di media sosial tentang aksi massa tersebut.
"Mereka yang bertanggung jawab atas pemberontakan ini harus dimintai pertanggungjawaban dan kita harus menyelesaikan transisi ke pemerintahan Presiden terpilih Biden," kata CEO Apple, Tim Cook di akun Twitter.
Baca juga: Twitch turut menonaktifkan akun Trump
Sementara CEO Facebook Mark Zuckerberg dalam memo internal kepada pegawai, dilaporkan oleh The New York Times, menulis dia merasa sedih atas aksi kekerasan ini.
"Transisi kepemimpinan yang damai adalah penting untuk demokrasi kita. Kita perlu pemimpin politik yang bisa memberikan teladan dan mengutamakan negara," kata Zuckerberg.
CEO Alphabet, perusahaan induk Google, Sundar Pichai, juga dalam memo internal perusahaan, menyebut aksi massa di Capitol sebagai "pelanggaran hukum dan kekerasan" serta "antitesis demokrasi".
"Pemilihan umum yang bebas dan aman serta menyelesaikan perbedaan dalam damai adalah pondasi berjalannya demokrasi," kata Pichai.
CEO Microsoft Satya Nadella mencuit ulang unggahan penasihat utama perusahaan, Brad Smith, bahwa hari Rabu (6/1) adalah "hari untuk mengutarakan Konstitusi dan nilai-nilainya".
Baca juga: Akun Facebook dan Instagram Donald Trump diblokir
Baca juga: Twitter nonaktifkan akun Donald Trump terkait kerusuhan Kongres
Baca juga: Trump mengancam tidak tandatangani RUU bantuan COVID-19, ini alasannya
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim Cook dikabarkan pilih John Ternus jadi kandidat kuat CEO Apple selanjutnya
07 October 2025 19:16 WIB
CEO Apple, Tim Cook ajak Prabowo kerja sama di bidang pengembangan teknologi
17 April 2024 17:15 WIB, 2024
Menkominfo sebut Apple sambut positif tawaran bangun pabrik di Indonesia
17 April 2024 13:20 WIB, 2024
Penjualan iPhone di China sebabkan Tim Cook Apple dituntut pemegang saham
06 November 2020 13:03 WIB, 2020
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Delonix Hotel terapkan prinsip keberlanjutan berbasis sains dari EarthCheck
15 February 2026 9:38 WIB