Keluarga korban jatuh pesawat Sriwijaya tunggu proses identifikasi di RS Polri
Selasa, 12 Januari 2021 16:59 WIB
Sejumlah prajurit TNI memindahkan kantong berisi temuan ke KRI Tenggiri-865 saat pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Jakarta (ANTARA) - Salah satu keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Rafiq Yusuf Alydrus, mengaku masih menunggu proses identifikasi jenazah istrinya yang bernama Panca Widya Nursanti.
"Saya ke RS Polri hanya mau cari kejelasan tentang kondisi yang ada (proses identifikasi). Untuk data pendukung sudah saya sampaikan kepada pihak yang membutuhkan seperti tes DNA," kata Rafiq saat ditemui di RS Polri, Jakarta, Selasa.
Dia menjelaskan untuk proses pengambilan sampel DNA sudah dilakukan di Pontianak tempat dirinya tinggal bersama keluarga dan tinggal menunggu konfirmasi.
"Untuk data hari ini tidak disampaikan karena sudah kami berikan data primer dan sekunder ketika di Pontianak," ujarnya.
Rafiq mengungkapkan bahwa data ante-mortem sudah diberikan anak pertamanya, seperti gigi dan darah untuk dicocokan dengan korban.
Rafiq mengatakan kalau jenazah istrinya sudah diidentifikasi maka rencananya akan dimakamkan di Pontianak.
Dia menceritakan isterinya, Panca, merupakan guru PPKN di SMK Negeri 3 Pontianak. Panca yang tanggal kelahiran 17 April 1974 ini meninggalkan seorang suami dan empat orang anak terdiri dari satu laki-laki dan tiga perempuan.
Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta hingga Selasa pagi telah menerima 58 sampel DNA keluarga korban jatuhnya insiden jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
"Kami informasikan sampai dengan pukul 09.00 WIB hari ini, Tim DVI RS Polri telah menerima sebanyak 58 sampel DNA dari keluarga korban," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di RS Polri, Jakarta Timur, Selasa.
Dia mengatakan Tim DVI RS Polri juga telah menerima 56 kantong jenazah dan kantong properti yang ditemukan tim SAR di lokasi insiden tersebut.
"Saya ke RS Polri hanya mau cari kejelasan tentang kondisi yang ada (proses identifikasi). Untuk data pendukung sudah saya sampaikan kepada pihak yang membutuhkan seperti tes DNA," kata Rafiq saat ditemui di RS Polri, Jakarta, Selasa.
Dia menjelaskan untuk proses pengambilan sampel DNA sudah dilakukan di Pontianak tempat dirinya tinggal bersama keluarga dan tinggal menunggu konfirmasi.
"Untuk data hari ini tidak disampaikan karena sudah kami berikan data primer dan sekunder ketika di Pontianak," ujarnya.
Rafiq mengungkapkan bahwa data ante-mortem sudah diberikan anak pertamanya, seperti gigi dan darah untuk dicocokan dengan korban.
Rafiq mengatakan kalau jenazah istrinya sudah diidentifikasi maka rencananya akan dimakamkan di Pontianak.
Dia menceritakan isterinya, Panca, merupakan guru PPKN di SMK Negeri 3 Pontianak. Panca yang tanggal kelahiran 17 April 1974 ini meninggalkan seorang suami dan empat orang anak terdiri dari satu laki-laki dan tiga perempuan.
Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta hingga Selasa pagi telah menerima 58 sampel DNA keluarga korban jatuhnya insiden jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
"Kami informasikan sampai dengan pukul 09.00 WIB hari ini, Tim DVI RS Polri telah menerima sebanyak 58 sampel DNA dari keluarga korban," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di RS Polri, Jakarta Timur, Selasa.
Dia mengatakan Tim DVI RS Polri juga telah menerima 56 kantong jenazah dan kantong properti yang ditemukan tim SAR di lokasi insiden tersebut.
Pewarta : Imam Budilaksono
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK periksa dua saksi terkait aktivitas keuangan di PT Sriwijaya Mandiri
03 September 2022 21:41 WIB, 2022
Dua dosen nonaktif Unsri jalani sidang perdana terkait kasus pelecehan seksual
17 February 2022 18:40 WIB, 2022
Oknum dosen Unsri terancam 12 penjara atas kasus pelecehan seksual tiga mahasiswinya
11 December 2021 13:34 WIB, 2021
Dua terdakwa korupsi dana hibah Masjid Sriwijaya dituntut 10 dan 15 tahun
08 December 2021 23:03 WIB, 2021
Kasus pelecehan seksual, oknum dosen Unsri ditetapkan sebagai tersangka
06 December 2021 20:49 WIB, 2021
Polda Sumsel benarkan mahasiswi korban pelecehan sempat disekap di toilet
06 December 2021 17:00 WIB, 2021
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Advokat Togar Situmorang divonis 2,5 tahun penjara oleh PN Denpasar, ini kasusnya!
28 April 2026 22:32 WIB