Netflix buka lowongan jabatan eksekutif untuk sektor video game
Minggu, 23 Mei 2021 8:31 WIB
Ilustrasi Netflix. (Pexels)
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan pengembang teknologi Netflix kini tengah mencari eksekutif senior untuk memimpin sektor terbaru dari bisnis yang tengah dikembangkannya yaitu sektor video game.
Melansir AFP, Minggu, hal itu dilaporkan dalam publikasi bernama "The Information" dengan sederet fakta bahwa Netflix telah berkonsultasi dengan para pengembang game veteran untuk merambah bisnis di sektor game.
Nantinya layanan game berbayar Netflix direncanakan memiliki mekanisme seperti layanan yang dimiliki oleh Apple yaitu Apple Arcade.
Baca juga: Mengupas pembaruan Clash of Clans
Baca juga: Simbiosis mutualistis antara fesyen dan video game
Pelanggan yang membeli layanan itu akan mendapatkan akses tak terbatas untuk seluruh game yang disediakan dalam database milik Netflix.
Dipastikan tidak akan ada iklan yang menganggu pelanggan seperti layanan Netflix untuk hiburan berupa film maupun serial TV.
"The Information" juga mengabarkan rencana Netflix yang masih dibahas lainnya, misalnya keputusan untuk mengembangkan game original atau hanya menjadi pihak ketiga layaknya agregator yang mengumpulkan permainan lainnya dari pembuat terkemuka.
Langkah Netflix tentu akan menjadi peluang baru untuk berkembang sebagai penyedia platform daring mengingat pada April 2021 tercatat secara global sektor game menghasilkan pendapatan 300 miliar Dolar AS.
Kepala Eksekutif Netflix Reed Hastings menyebutkan tantangan bagi pengembang teknologi tidak hanya para penyedia layanan yang serupa dengannya saat ini di sektor penyedia jasa menonton film secara daring seperti HBO Max atau pun Disney plus tapi juga seluruh layanan lainnya seperti YouTube, TikTok, dan Fortnite.
"Kami bersaing secara luas, kami bersaing memperebutkan waktu melawan TikTok dan YouTube, HBO serta Fortnite," katanya.
Melansir AFP, Minggu, hal itu dilaporkan dalam publikasi bernama "The Information" dengan sederet fakta bahwa Netflix telah berkonsultasi dengan para pengembang game veteran untuk merambah bisnis di sektor game.
Nantinya layanan game berbayar Netflix direncanakan memiliki mekanisme seperti layanan yang dimiliki oleh Apple yaitu Apple Arcade.
Baca juga: Mengupas pembaruan Clash of Clans
Baca juga: Simbiosis mutualistis antara fesyen dan video game
Pelanggan yang membeli layanan itu akan mendapatkan akses tak terbatas untuk seluruh game yang disediakan dalam database milik Netflix.
Dipastikan tidak akan ada iklan yang menganggu pelanggan seperti layanan Netflix untuk hiburan berupa film maupun serial TV.
"The Information" juga mengabarkan rencana Netflix yang masih dibahas lainnya, misalnya keputusan untuk mengembangkan game original atau hanya menjadi pihak ketiga layaknya agregator yang mengumpulkan permainan lainnya dari pembuat terkemuka.
Langkah Netflix tentu akan menjadi peluang baru untuk berkembang sebagai penyedia platform daring mengingat pada April 2021 tercatat secara global sektor game menghasilkan pendapatan 300 miliar Dolar AS.
Kepala Eksekutif Netflix Reed Hastings menyebutkan tantangan bagi pengembang teknologi tidak hanya para penyedia layanan yang serupa dengannya saat ini di sektor penyedia jasa menonton film secara daring seperti HBO Max atau pun Disney plus tapi juga seluruh layanan lainnya seperti YouTube, TikTok, dan Fortnite.
"Kami bersaing secara luas, kami bersaing memperebutkan waktu melawan TikTok dan YouTube, HBO serta Fortnite," katanya.
Pewarta : Livia Kristianti
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Srikandi PLN kawal pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan
28 April 2026 12:25 WIB
Waket DPRD Pulang Pisau akui sektor pendidikan ikut terdampak efisiensi anggaran
14 April 2026 17:23 WIB
Pemprov Kalteng siapkan skema kredit UMKM Haguet sasar pelaku usaha sektor prioritas
10 April 2026 16:57 WIB
Wamenekraf sebut sektor ekonomi kreatif buka ruang berkembang bagi perempuan
09 April 2026 12:16 WIB
Fraksi PKB dorong pemerintah inventarisasi komoditas potensial di sektor pertanian
11 March 2026 6:09 WIB
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Kemkomdigi umumkan tiga operator seluler ikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 26 GHz
06 May 2026 18:13 WIB