Kuala Kurun (ANTARA) - Legislator Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah Evandi meminta kepada pengurus Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Parawei Itah 10 agar merencanakan dengan matang pembangunan Pertashop atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mini.

“Pembangunan Pertashop harus direncanakan dengan matang. Kualitas pengecoran harus benar-benar diperhatikan, supaya tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap Evandi di Kuala Kurun, Senin.

Dia mendukung penuh BUMDesma Parawei Itah 10 dalam membuka usaha Pertashop. Pemilihan lokasi juga dinilai tepat, yakni di pertigaan ruas jalan mengarah ke Kecamatan Kurun-Tewah-Rungan.

Hanya saja, tutur politisi Partai Nasdem ini, struktur tanah di lokasi Pertashop tersebut tidak rata atau curam, sehingga pada perjalanannya pembangunan Pertashop menelan biaya yang cukup besar.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan III yang meliputi Kecamatan Tewah, Kahayan Hulu Utara, Miri Manasa dan Damang Batu ini menyebut, kondisi tanah yang tidak rata membuat harus ada pembangunan siring, dan lainnya.

Untuk keperluan Pertashop, pada tahun 2020 lalu BUMDesma Parawei Itah 10 mengeluarkan sekitar Rp281 juta dan hingga April 2021 mengeluarkan sekitar Rp857 juta, yang digunakan untuk membeli tanah, modul, pembangunan infrastruktur, dan lainnya.

“Seandainya pada saat pemilihan tanah awal dipilih tempat yang rata, mungkin untuk infrastruktur hanya dibutuhkan sekitar Rp200 juta dan ada penghematan Rp500 juta, itu yang saya sayangkan. Tapi karena ini sudah terlanjur tidak masalah, BUMDesma jangan patah semangat,” bebernya.

Mengingat Pertashop menjual bahan bakar umum, dia yakin ke depan akan banyak akan banyak masyarakat yang keluar masuk di sana, ditambah truk tangki Pertamina. Untuk itu, kualitas pengecoran harus benar-benar diperhatikan agar bangunan Pertashop tidak ambruk.

Lebih lanjut, dari informasi yang didapat nantinya BUMDesma Parawei Itah 10 juga akan membuka Pertashop di Desa Tumbang Habaon Kecamatan Tewah. Ke depan dia berharap perencanaanpembukaan Pertashop di Tumbang Habaon direncanakan dengan matang, dan dipilih struktur tanah yang rata.

“Di tempat kita memang kebanyakan struktur tanahnya curam, namun struktur tanah yang rata masih banyak. Tinggal kita komunikasikan dengan masyarakat dan pihak-pihak terkait lainnya,” demikian Evandi. 


Pewarta : Chandra
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024