BNI upaya percepat penyaluran bansos PKH dan sembako
Senin, 26 Juli 2021 13:17 WIB
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar memberikan keterangan kepada media saat press conference Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BNI Tahun Buku 2020 di Jakarta, Senin (29/3/2021). RUPST BNI menyetujui pembagian dividen sebesar 25 persen dari laba bersih tahun buku 2020 yaitu sekitar Rp820,1 miliar dan menyetorkan dividen sebanyak Rp492,58 miliar ke rekening kas umum negara. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
Jakarta (ANTARA) - PT BNI (Persero) Tbk mempercepat penyaluran bantuan sosial atau Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan bansos program sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) agar diterima masyarakat Keluarga Penerima Manfaat di seluruh Indonesia lebih awal.
Upaya percepatan penyaluran Bansos yang kami lakukan ini merupakan tindak lanjut terhadap arahan Presiden sebelumnya serta hasil rapat koordinasi tingkat menteri yang dipimpin Menko Maritim & Investasi pada 22 Juli yang lalu, ujar Direktur Utama BNI Royke Tumilaar di Jakarta, Senin.
Royke menyampaikan bahwa percepatan pencairan Bansos tentunya dapat membantu pemerintah memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat. Dalam menyalurkan Bansos tersebut, BNI siap berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten atau Kota, Dinas Sosial, Satuan Tugas COVID, Aparat Keamanan, hingga Pendamping Bansos.
Baca juga: Ratusan Agen46 Bank BNI dapat kucuran KUR
Upaya percepatan dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya memberikan informasi kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk segera mencairkan seluruh Bansos yang telah diterima, yaitu untuk Program sembako atau BPNT dalam 3 (tiga) tahap sekaligus mulai dari tahap VII, VIII dan hingga IX. Selain itu disalurkan juga Bansos PKH 1 (satu) tahap.
Upaya lainnya adalah mengingatkan e-Warong atau Agen46 penyalur Bansos untuk memastikan stok sembako telah tersedia dengan harga wajar, memastikan kesiapan mesin EDC pada e-warong atau Agen46, memastikan ATM BNI di seluruh Indonesia bisa beroperasi 24 Jam dengan stok uang yang selalu terjaga, serta mengingatkan untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (5M) saat petugas BNI atau KPM bertransaksi di e-Warong atau Agen46 maupun di ATM.
Baca juga: BNI biayai dua proyek PT Geo Dipa Energi untuk PLTP sebesar 34 juta dolar
Lebih lanjut Royke menyampaikan bahwa BNI telah menyiapkan lebih dari 51 ribu Agen46 penyalur Bansos dan lebih dari 17 ribu mesin ATM yang bisa digunakan sebagai tempat transaksi Bansos oleh KPM.
Kami menghimbau kepada seluruh KPM penerima Bansos untuk segera mencairkan semua Bansos yang sudah masuk rekening atau wallet masing masing, baik Program Sembako yang sudah masuk dalam 3 (tiga) tahap dan atau Bansos PKH yang sudah masuk satu tahap. Baik di e-warong, Agen46, maupun ATM BNI yang tersebar diseluruh Indonesia, ujar Royke.
Adapun Kementerian Sosial menugaskan BNI untuk menyalurkan Program Sembako kepada 5,7 juta KPM dengan total dana sebesar Rp9,46 triliun. BNI juga ditugaskan untuk menyalurkan Bansos PKH kepada 4,1 juta KPM dengan total dana sebesar Rp7,05 triliun. KPM penerima bantuan tersebut tersebar di 108 Kota dan Kabupaten.
Baca juga: Palu gandeng BNI kembangkan "smart city"
Baca juga: BNI dukung petani digital melalui Milenial Smartfarming
Upaya percepatan penyaluran Bansos yang kami lakukan ini merupakan tindak lanjut terhadap arahan Presiden sebelumnya serta hasil rapat koordinasi tingkat menteri yang dipimpin Menko Maritim & Investasi pada 22 Juli yang lalu, ujar Direktur Utama BNI Royke Tumilaar di Jakarta, Senin.
Royke menyampaikan bahwa percepatan pencairan Bansos tentunya dapat membantu pemerintah memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat. Dalam menyalurkan Bansos tersebut, BNI siap berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten atau Kota, Dinas Sosial, Satuan Tugas COVID, Aparat Keamanan, hingga Pendamping Bansos.
Baca juga: Ratusan Agen46 Bank BNI dapat kucuran KUR
Upaya percepatan dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya memberikan informasi kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk segera mencairkan seluruh Bansos yang telah diterima, yaitu untuk Program sembako atau BPNT dalam 3 (tiga) tahap sekaligus mulai dari tahap VII, VIII dan hingga IX. Selain itu disalurkan juga Bansos PKH 1 (satu) tahap.
Upaya lainnya adalah mengingatkan e-Warong atau Agen46 penyalur Bansos untuk memastikan stok sembako telah tersedia dengan harga wajar, memastikan kesiapan mesin EDC pada e-warong atau Agen46, memastikan ATM BNI di seluruh Indonesia bisa beroperasi 24 Jam dengan stok uang yang selalu terjaga, serta mengingatkan untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (5M) saat petugas BNI atau KPM bertransaksi di e-Warong atau Agen46 maupun di ATM.
Baca juga: BNI biayai dua proyek PT Geo Dipa Energi untuk PLTP sebesar 34 juta dolar
Lebih lanjut Royke menyampaikan bahwa BNI telah menyiapkan lebih dari 51 ribu Agen46 penyalur Bansos dan lebih dari 17 ribu mesin ATM yang bisa digunakan sebagai tempat transaksi Bansos oleh KPM.
Kami menghimbau kepada seluruh KPM penerima Bansos untuk segera mencairkan semua Bansos yang sudah masuk rekening atau wallet masing masing, baik Program Sembako yang sudah masuk dalam 3 (tiga) tahap dan atau Bansos PKH yang sudah masuk satu tahap. Baik di e-warong, Agen46, maupun ATM BNI yang tersebar diseluruh Indonesia, ujar Royke.
Adapun Kementerian Sosial menugaskan BNI untuk menyalurkan Program Sembako kepada 5,7 juta KPM dengan total dana sebesar Rp9,46 triliun. BNI juga ditugaskan untuk menyalurkan Bansos PKH kepada 4,1 juta KPM dengan total dana sebesar Rp7,05 triliun. KPM penerima bantuan tersebut tersebar di 108 Kota dan Kabupaten.
Baca juga: Palu gandeng BNI kembangkan "smart city"
Baca juga: BNI dukung petani digital melalui Milenial Smartfarming
Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinsos Kotim ingatkan terindikasi judol bisa gugurkan status penerima bansos
25 December 2025 18:59 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Restrukturisasi pegawai, Menkeu Purbaya ganti pejabat Bea Cukai di 5 pelabuhan
28 January 2026 9:02 WIB
Rupiah tertekan ke Rp17 ribu per dolar AS, Purbaya pastikan segera menguat
19 January 2026 20:08 WIB