Kuala Kapuas (ANTARA) - Wakil Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah Muhammad Nafiah Ibnor, mengingatkan masyarakat termasuk perangkat kecamatan beserta jajaran selalu siaga terhadap musibah banjir, mengingat curah hujan yang masih tinggi hingga saat ini.

“Tingginya curah hujan mengakibatkan beberapa wilayah di Kalimantan Tengah, khususnya Kapuas juga terkena dampak musibah banjir,” kata Wabup Nafiah Ibnor di Kuala Kapuas, Rabu.

Untuk itu kepada masyarakat di Kapuas, khususnya daerah rawan banjir, agar selalu mempersiapkan diri terhadap cuaca yang tidak menentu, tetap waspada dan selalu siaga jika curah hujan sudah mulai tinggi.

Nafiah meminta aparat kecamatan, kelurahan dan desa selalu memantau perkembangan cuaca di wilayahnya masing-masing, sehingga jika ada kemungkinan buruk yang terjadi, dapat dicegah sedini mungkin.

“Kedepankan aspek pencegahan dini dalam menghadapi bencana yang membahayakan masyarakat, seperti musibah banjir yang saat ini sedang terjadi di Kalimantan Tengah,” pintanya.

Selain itu, jajaran pemerintahan kecamatan, kelurahan dan desa diminta selalu siaga terhadap kemungkinan terjadinya bencana dengan terus berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Camat agar meningkatkan koordinasi dengan perangkat desa guna memetakan daerah mana saja yang berpotensi terjadi bencana," ungkapnya.

Dengan koordinasi yang baik dan pencegahan dini, maka diharapkan dapat bertindak lebih cepat untuk menghindari bertambahnya kerugian yang diakibatkan oleh bencana yang terjadi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas, Panahatan Sinaga mengatakan, berdasakan data yang diperoleh pihaknya, ada beberapa kecamatan dilanda banjir beberapa waktu lalu.

Adapun lokasi banjir di Kecamatan Kapuas Tengah dan Pasak Talawang. Di Kecamatan Kapuas Tengah, banjir tepatnya terjadi di Desa Pujon, Bajuh dan Merapit.

Sedangkan Kecamatan Pasak Talawang, banjir terjadi tepatnya di Desa Kaburan, Batu Sambung, Jangkang dan Hurung Kampin.

"Pada awal September 2021 terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kecamatan Kapuas Tengah dan Pasak Talawang sehingga terjadi luapan daerah aliran sungai (DAS) Kapuas," jelas Panahatan Sinaga.

Meluapnya DAS Kapuas, lanjutnya, mengakibatkan terendamnya beberapa titik akses jalan desa dan dari laporan camat maupun kepala desa, banjir merendam 7 titik akses jalan desa dengan tinggi muka air mulai 10-40 sentimeter.

"Dari laporan camat juga untuk sementara tidak ada rumah dan fasilitas umum yang terendam. Banjir hanya menggenang beberapa titik akses desa. Untuk sementara tidak ada korban jiwa, luka, sakit, hilang, mengungsi dan terdampak," paparnya.


Pewarta : All Ikhwan
Uploader : Admin 4
Copyright © ANTARA 2024