"Dari sisi analisis mega, kami melihat ada tiga faktor, yakni energy trend outlook, technology trend outlook, dan lifestyle trend outlook," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Darmawan menyampaikan bahwa ada kecenderungan pengusaha untuk mengikuti penggunaan energi berkelanjutan di tengah tren transisi energi. Menurutnya, hal ini dapat menjadi peluang bagi PLN dalam mengoptimalkan gelombang tren tersebut.
Saat ini, PLN memiliki sejumlah produk berbasis ekonomi hijau mulai dari PLTS atap, renewable energy certificate (REC), konversi pembangkit diesel ke energi bersih, captive acquisition, dan lelang energi baru terbarukan secara bundle.
Dari sisi technology trend outlook, PLN mencatat ada tiga peluang utama terkait teknologi skala nasional maupun global yang bisa dioptimalkan, yaitu kendaraan listrik, elektrifikasi agrikultur, dan elektrifikasi maritim.
Sedangkan dari sisi Lifestyle Trend Outlook, perseroan menyatakan bahwa pandemi juga mempengaruhi konsumen dalam menggunakan perangkat elektronik yang yang dapat menunjang gaya hidup di rumah maupun hobi baru.
Sementara dari sisi industri—di tengah mulai menggeliatnya aktivitas masyarakat dan ekonomi yang kembali bangkit—kebutuhan listrik pada segmen ini diprediksikan akan meningkat.
Dari sisi analisis mikro, PLN juga memperhatikan adanya proyeksi bisnis, kebijakan, perilaku konsumen, tarif listrik, dan proyeksi kebutuhan industri.
Darmawan mengatakan bahwa sisi Business Outlook tampak fenomena dengan segmen-segmen baru, melalui pergeseran gaya hidup, perilaku dan preferensi masyarakat dalam berkegiatan menjadi berbasis digital akibat pandemi.
"Hal ini dapat memunculkan segmen yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan pendapatan, baik di kWh maupun beyond kWh," pungkas Darmawan.
Penyusunan Business Outlook PLN 2022 itu dilakukan dengan pendekatan kajian analis mega, analisis makro, analisis mikro, dan perilaku konsumen.
Baca juga: PLN pastikan keandalan listrik di tengah isu larangan ekspor batu bara
Baca juga: PLN gelontorkan Rp87,7 triliun untuk proyek kelistrikan pada 2021
Baca juga: PLN raih tujuh penghargaan Forum CSR Pemprov Jawa Barat
PLN susun pandangan bisnis hadapi persaingan usaha listrik 2022
Senin, 3 Januari 2022 12:17 WIB
Ilustrasi - Pekerja melakukan reparasi dan instalasi infrastruktur kelistrikan. ANTARA/HO-PLN.
Jakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) telah menyusun pandangan bisnis atau Business Outlook untuk menghadapi peningkatan persaingan usaha ketenagalistrikan dan kenaikan konsumsi listrik pada tahun ini.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor : Rachmat Hidayat
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perum LKBN ANTARA mempererat relasi melalui ANTARA Business Forum di Medan
05 March 2024 13:28 WIB, 2024
Sampit Trade Expo dan Business Matching dorong peningkatan usaha lokal
10 December 2023 8:22 WIB, 2023
LPK Greenery Business School bantu praktisi UMKM dapatkan Sertifikasi BNSP TOT
01 November 2023 8:17 WIB, 2023
Greenery Business Coaching, bantu bisnis pelaku UMKM Palangka Raya kian berkembang
31 May 2023 15:09 WIB, 2023
Northstar Group berkolaborasi dengan Google lewat Joint Business Plan 2021
10 February 2021 11:29 WIB, 2021
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Restrukturisasi pegawai, Menkeu Purbaya ganti pejabat Bea Cukai di 5 pelabuhan
28 January 2026 9:02 WIB
Rupiah tertekan ke Rp17 ribu per dolar AS, Purbaya pastikan segera menguat
19 January 2026 20:08 WIB