IKN Nusantara didesain siap hadapi pandemi
Jumat, 25 Maret 2022 21:39 WIB
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan. (ANTARA/HO-PBESI)
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan mengatakan Ibu Kota Negara (IKN) didesain untuk siap menghadapi pandemi jika kemungkinan terjadi di masa mendatang.
“Desain IKN Nusantara juga mengambil berbagai pelajaran dari pandemi COVID-19, kota yang tidak saja hijau, sehat, dan berteknologi tinggi, tapi sekaligus siap menghadapi pandemi," kata Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Menurut Budi, bila segelintir orang memandang IKN belum saatnya dibangun karena sedang pandemi, tetapi justru inilah saatnya Indonesia membangun IKN sebagai contoh kota yang tangguh menghadapi pandemi.
Kata dia, dalam dua tahun terakhir, berbagai literatur tentang pandemic resilient cities banyak dipublikasikan, karena dipandang sebagai salah satu tantangan masa depan dunia.
Budi menjelaskan desain kota yang tangguh terhadap bencana dan wabah akan melengkapi sistem ketahanan nasional dalam bidang kesehatan.
Selain itu, pembangunan dan pengembangan kemandirian produksi vaksin, obat-obatan, dan peralatan serta memperkuat surveillances system, forecasting & analytics sebagai bagian dari pengembangan medical intelligence.
“Kemampuan sebuah bangsa untuk survive ditentukan oleh kemampuannya mengambil pelajaran dari setiap tragedi. Apakah kita akan mengabaikan begitu saja COVID-19, padahal telah tercatat sebagai peristiwa yang paling mengubah dunia secara merata sejauh ini," kata Budi menegaskan.
Pemerintah terus memperlonggar restriksi sosial, termasuk mencabut larangan mudik untuk lebaran tahun 2022, karantina bagi pendatang luar negeri juga sudah dihilangkan. Indonesia mengikuti langkah banyak negara, memilih hidup berdampingan dengan virus corona.
"Indonesia menjalankan skenario menuju transisi pandemi menjadi endemi, alias hidup normal baru," ujar Budi.
Budi menjelaskan hidup di era normal-baru berarti mengadopsi praktik mitigasi resiko penyebaran virus sebagai kebiasaan atau etika sosial baru. Rutin vaksin, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, harus dipandang sebagai wujud tenggang rasa dan tanggungjawab sosial menjaga diri dan orang lain dari paparan virus.
“Pertama, endemi yang tidak termitigasi bisa kembali berubah menjadi pandemi. Kedua, kajian para pakar menyimpulkan, COVID-19 tidak akan menjadi pandemi. Terakhir, gaya hidup manusia, cara mereka memperlakukan alam, serta dampak perubahan iklim yang semakin terasa, sangat rentan memicu munculnya virus atau biopatogen lain yang sewaktu-waktu bisa merebak menjadi pandemi berikutnya,” jelas Budi.
“Desain IKN Nusantara juga mengambil berbagai pelajaran dari pandemi COVID-19, kota yang tidak saja hijau, sehat, dan berteknologi tinggi, tapi sekaligus siap menghadapi pandemi," kata Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Menurut Budi, bila segelintir orang memandang IKN belum saatnya dibangun karena sedang pandemi, tetapi justru inilah saatnya Indonesia membangun IKN sebagai contoh kota yang tangguh menghadapi pandemi.
Kata dia, dalam dua tahun terakhir, berbagai literatur tentang pandemic resilient cities banyak dipublikasikan, karena dipandang sebagai salah satu tantangan masa depan dunia.
Budi menjelaskan desain kota yang tangguh terhadap bencana dan wabah akan melengkapi sistem ketahanan nasional dalam bidang kesehatan.
Selain itu, pembangunan dan pengembangan kemandirian produksi vaksin, obat-obatan, dan peralatan serta memperkuat surveillances system, forecasting & analytics sebagai bagian dari pengembangan medical intelligence.
“Kemampuan sebuah bangsa untuk survive ditentukan oleh kemampuannya mengambil pelajaran dari setiap tragedi. Apakah kita akan mengabaikan begitu saja COVID-19, padahal telah tercatat sebagai peristiwa yang paling mengubah dunia secara merata sejauh ini," kata Budi menegaskan.
Pemerintah terus memperlonggar restriksi sosial, termasuk mencabut larangan mudik untuk lebaran tahun 2022, karantina bagi pendatang luar negeri juga sudah dihilangkan. Indonesia mengikuti langkah banyak negara, memilih hidup berdampingan dengan virus corona.
"Indonesia menjalankan skenario menuju transisi pandemi menjadi endemi, alias hidup normal baru," ujar Budi.
Budi menjelaskan hidup di era normal-baru berarti mengadopsi praktik mitigasi resiko penyebaran virus sebagai kebiasaan atau etika sosial baru. Rutin vaksin, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, harus dipandang sebagai wujud tenggang rasa dan tanggungjawab sosial menjaga diri dan orang lain dari paparan virus.
“Pertama, endemi yang tidak termitigasi bisa kembali berubah menjadi pandemi. Kedua, kajian para pakar menyimpulkan, COVID-19 tidak akan menjadi pandemi. Terakhir, gaya hidup manusia, cara mereka memperlakukan alam, serta dampak perubahan iklim yang semakin terasa, sangat rentan memicu munculnya virus atau biopatogen lain yang sewaktu-waktu bisa merebak menjadi pandemi berikutnya,” jelas Budi.
Pewarta : Fauzi
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Debat publik kedua usung tema membangun Kapuas sebagai penyangga IKN
14 November 2024 11:51 WIB, 2024
Presiden terpilih dan kabinet mendatang perlu tim akselerasi pembangunan IKN
17 September 2024 12:42 WIB, 2024
Proyek Mall Duty Free Nusantara diharapkan tingkatkan ekonomi warga sekitar IKN
14 September 2024 14:01 WIB, 2024
Upacara HUT ke-79 RI di IKN khidmat, PLN pastikan listrik aman tanpa kedip
18 August 2024 7:04 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kejaksaan usut dugaan korupsi bantuan bencana Rp1,77 miliar di Aceh Singkil
29 September 2026 19:54 WIB
Pemuda Intelektual Nusantara dukung Polres Barut berantas peredaran narkoba
25 September 2026 16:26 WIB
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dituntut 5 tahun penjara terkait perkara korupsi
24 September 2026 13:36 WIB