Jokowi ingin percepatan kerja sama transisi energi dengan Jepang
Jumat, 29 April 2022 21:44 WIB
Tangkapan layar - Presiden Joko Widodo (kanan) saat menyampaikan jumpa pers bersama Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio selepas pertemuan bilateral kedua negara di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/4/2022). (ANTARA/Gilang Galiartha)
Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan adanya percepatan untuk tindak lanjut kerja sama transisi energi dengan Jepang.
Realisasi percepatan kerja sama itu dapat digencarkan melalui hadirnya investasi di proyek pengembangan energi baru dan terbarukan seperti hidrogen, biomassa, dan metanol.
“Di sektor energi dan lingkungan hidup, saya mengharapkan percepatan tindak lanjut kerja sama transisi energi melalui investasi energi baru terbarukan seperti hidrogen, biomassa, dan metanol,” kata Presiden dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Presiden juga menyampaikan keinginannya untuk memfinalisasi kerja sama, dan menyusun nota kesepahaman dalam pelestarian lingkungan hidup.
Baca juga: Jepang kembali hibahkan kapal patroli untuk Indonesia
Indonesia dan Jepang sebelumnya telah menginisiasi kerja sama awal dalam transisi energi dengan Jepang melalui Memorandum of Cooperation/MoC tentang Realization of Energy Transitions yang diteken Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Arifin Tasrif dan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Hagiuda Koichi pada Januari 2022.
MoC tersebut berisikan penyusunan peta jalan transisi energi menuju emisi bersih berdasarkan target nasional masing-masing negara, pengembangan dan penyebaran teknologi yang berkontribusi pada transisi energi yang realistis antara lain hidrogen, bahan bakar amonia, carbon recycling, dan CCS/CCUS.
Kemudian MoC tersebut juga kesepakatan kedua negara untuk mendukung upaya dalam forum multilateral untuk mempercepat kerja sama teknologi yang berkontribusi pada transisi energi yang realistis, dan dukungan untuk pengembangan kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, dan berbagi pengetahuan tentang transisi energi dan teknologi yang digunakan.
Baca juga: RI-Jepang bahas kerja sama menjaga kawasan Indo-Pasifik
Adapun pertemuan Presiden Jokowi dengan PM Kishida pada Jumat ini di Bogor menjadi agenda dalam lawatan pertama Kishida di rangkaian kunjungan kerja luar negerinya kali ini.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Realisasi percepatan kerja sama itu dapat digencarkan melalui hadirnya investasi di proyek pengembangan energi baru dan terbarukan seperti hidrogen, biomassa, dan metanol.
“Di sektor energi dan lingkungan hidup, saya mengharapkan percepatan tindak lanjut kerja sama transisi energi melalui investasi energi baru terbarukan seperti hidrogen, biomassa, dan metanol,” kata Presiden dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Presiden juga menyampaikan keinginannya untuk memfinalisasi kerja sama, dan menyusun nota kesepahaman dalam pelestarian lingkungan hidup.
Baca juga: Jepang kembali hibahkan kapal patroli untuk Indonesia
Indonesia dan Jepang sebelumnya telah menginisiasi kerja sama awal dalam transisi energi dengan Jepang melalui Memorandum of Cooperation/MoC tentang Realization of Energy Transitions yang diteken Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Arifin Tasrif dan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Hagiuda Koichi pada Januari 2022.
MoC tersebut berisikan penyusunan peta jalan transisi energi menuju emisi bersih berdasarkan target nasional masing-masing negara, pengembangan dan penyebaran teknologi yang berkontribusi pada transisi energi yang realistis antara lain hidrogen, bahan bakar amonia, carbon recycling, dan CCS/CCUS.
Kemudian MoC tersebut juga kesepakatan kedua negara untuk mendukung upaya dalam forum multilateral untuk mempercepat kerja sama teknologi yang berkontribusi pada transisi energi yang realistis, dan dukungan untuk pengembangan kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, dan berbagi pengetahuan tentang transisi energi dan teknologi yang digunakan.
Baca juga: RI-Jepang bahas kerja sama menjaga kawasan Indo-Pasifik
Adapun pertemuan Presiden Jokowi dengan PM Kishida pada Jumat ini di Bogor menjadi agenda dalam lawatan pertama Kishida di rangkaian kunjungan kerja luar negerinya kali ini.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Pewarta : Indra Arief Pribadi
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Stop hoaks! Purbaya tegaskan tak pernah nyatakan dana Rp1.000 triliun hilang di era Jokowi
21 November 2025 22:39 WIB
FKDT: Penegakan hukum atas tuduhan ijazah palsu Jokowi bukti polisi bertindak profesional
11 November 2025 17:22 WIB
Nadiem serahkan dana pengadaaan laptop Chromebook Rp450 triliun ke Jokowi hoaks!
21 July 2025 12:58 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB