Muhammadiyah dapat tawaran bangun universitas di Korea Selatan
Minggu, 4 September 2022 15:41 WIB
Rombongan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) saat berkunjung ke Tongmyong University, Busan, Korea Selatan. (ANTARA/HO-Muhammadiyah)
Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendapat tawaran dari Rektor Tongmyong University, Busan, Korea Selatan, untuk membangun Universitas Muhammadiyah di "Negeri Ginseng" tersebut.
Tawaran tersebut disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sofyan Anif setelah kunjungannya ke Korea Selatan beberapa waktu lalu. Sebelumnya, kunjungan UMS ke Korsel untuk memperpanjang nota kesepahaman kerja sama dengan Youngsan University dan Tongmyong University.
"Alhamdulillah, kerja sama kami lebih meluas, bukan saja perpanjangan kontrak kerja sama antarperguruan tinggi. Bahkan oleh Rektor Tongmyong University, kami secara khusus ditawari membuka universitas di Busan," ujar Sofyan Anif di Jakarta, Minggu.
Dia mengatakan Muhammadiyah bukan hanya hadir secara kelembagaan, tetapi hadir di berbagai belahan dunia melalui lembaga pendidikan, seperti di Malaysia, dengan Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) dan Muhammadiyah Australian College (MAC) di Australia.
Di acara jamuan dengan Rektor Tongmyong University, Jeung Hong Sub, ia menjelaskan Muhammadiyah telah berdiri di Seoul, yaitu Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Korsel.
Baca juga: PP Muhammadiyah beri dukungan untuk pelaksanaan forum R20 PBNU
Baca juga: Menko PMK: Indonesia perlu belajar pada Muhammadiyah
Selain itu, ada rencana untuk mendirikan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) di Busan.
"Ada 160 lebih PTM/A (Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah) di seluruh Indonesia, juga ada UMAM (Universiti Muhammadiyah Malaysia) di Malaysia," kata dia.
Setelah kunjungan ke Korea Selatan, rencananya Sofyan akan mengundang Jeung Hong Sub ke UMS untuk memberikan orasi ilmiah di acara puncak Milad Ke-64 UMS pada 24 Oktober 2022.
"Beliau sangat serius tentang ini, dan bersedia datang ke Indonesia," kata dia.
Tawaran tersebut disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sofyan Anif setelah kunjungannya ke Korea Selatan beberapa waktu lalu. Sebelumnya, kunjungan UMS ke Korsel untuk memperpanjang nota kesepahaman kerja sama dengan Youngsan University dan Tongmyong University.
"Alhamdulillah, kerja sama kami lebih meluas, bukan saja perpanjangan kontrak kerja sama antarperguruan tinggi. Bahkan oleh Rektor Tongmyong University, kami secara khusus ditawari membuka universitas di Busan," ujar Sofyan Anif di Jakarta, Minggu.
Dia mengatakan Muhammadiyah bukan hanya hadir secara kelembagaan, tetapi hadir di berbagai belahan dunia melalui lembaga pendidikan, seperti di Malaysia, dengan Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) dan Muhammadiyah Australian College (MAC) di Australia.
Di acara jamuan dengan Rektor Tongmyong University, Jeung Hong Sub, ia menjelaskan Muhammadiyah telah berdiri di Seoul, yaitu Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Korsel.
Baca juga: PP Muhammadiyah beri dukungan untuk pelaksanaan forum R20 PBNU
Baca juga: Menko PMK: Indonesia perlu belajar pada Muhammadiyah
Selain itu, ada rencana untuk mendirikan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) di Busan.
"Ada 160 lebih PTM/A (Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah) di seluruh Indonesia, juga ada UMAM (Universiti Muhammadiyah Malaysia) di Malaysia," kata dia.
Setelah kunjungan ke Korea Selatan, rencananya Sofyan akan mengundang Jeung Hong Sub ke UMS untuk memberikan orasi ilmiah di acara puncak Milad Ke-64 UMS pada 24 Oktober 2022.
"Beliau sangat serius tentang ini, dan bersedia datang ke Indonesia," kata dia.
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor : Admin 1
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Klopp beberkan alasan tolak tawaran Manchester United sebelum ke Liverpool
24 October 2025 12:00 WIB
Menkominfo sebut Apple sambut positif tawaran bangun pabrik di Indonesia
17 April 2024 13:20 WIB, 2024
Bayern kembali ajukan tawaran untuk Harry Kane dengan nilai Rp1,13 triliun
10 July 2023 8:22 WIB, 2023