351 warga HIV diberikan terapi pengobatan di Jakbar
Selasa, 20 September 2022 18:57 WIB
Ilustrasi - Cegah HIV/AIDS. (ANTARA/Antaranews)
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat memberikan terapi pengobatan terhadap 351 warga yang dinyatakan terkena penyakit hilangnya kekebalan tubuh akibat virus atau human immunodeficiency virus (HIV) sepanjang Januari hingga Juli 2022.
Hal tersebut dilakukan guna memperkecil tingkat kronis virus agar tidak menjalar dan menjadi AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) atau penyakit yang muncul akibat hilangnya kekebalan tubuh.
"Pengobatannya cuma satu. Namanya pemberian Anti Retroviral (ARV) hanya itu," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Jakarta Barat, Sukarno, saat ditemui di Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa.
Sukarno mengatakan pemberian obat tersebut dilakukan secara rutin seumur hidup oleh pihak puskemas kecamatan dan kelurahan.
Tidak hanya diberikan obat saja, pihak puskesmas juga melakukan pemeriksaan darah dan kondisi fisik lain selama program terapi berlangsung.
Terkait jumlah 351 orang penderita HIV, Sukarno menjelaskan angka tersebut merupakan hasil pemeriksaan 53.000 warga yang dilakukan tahun ini.
"Jadi 53.000 itu diperiksa dan yang dinyatakan HIV itu 351 orang. Untuk angka AIDS kita belum tahu," kata Sukarno.
Dengan upaya ini, dia berharap proses pengobatan yang dilakukan pihak Suku Dinas Kesehatan bisa berjalan maksimal.
Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang memicu tertular HIV seperti seks bebas dan pengguna jarum suntik secara bergantian.
Hal tersebut dilakukan guna memperkecil tingkat kronis virus agar tidak menjalar dan menjadi AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) atau penyakit yang muncul akibat hilangnya kekebalan tubuh.
"Pengobatannya cuma satu. Namanya pemberian Anti Retroviral (ARV) hanya itu," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Jakarta Barat, Sukarno, saat ditemui di Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa.
Sukarno mengatakan pemberian obat tersebut dilakukan secara rutin seumur hidup oleh pihak puskemas kecamatan dan kelurahan.
Tidak hanya diberikan obat saja, pihak puskesmas juga melakukan pemeriksaan darah dan kondisi fisik lain selama program terapi berlangsung.
Terkait jumlah 351 orang penderita HIV, Sukarno menjelaskan angka tersebut merupakan hasil pemeriksaan 53.000 warga yang dilakukan tahun ini.
"Jadi 53.000 itu diperiksa dan yang dinyatakan HIV itu 351 orang. Untuk angka AIDS kita belum tahu," kata Sukarno.
Dengan upaya ini, dia berharap proses pengobatan yang dilakukan pihak Suku Dinas Kesehatan bisa berjalan maksimal.
Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang memicu tertular HIV seperti seks bebas dan pengguna jarum suntik secara bergantian.
Pewarta : Walda Marison
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Imigrasi Jakbar ringkus dua WNA Uzbekistan terkait kasus prostitusi online
14 November 2025 23:38 WIB
Kejari geledah dua perusahaan diduga korupsi pengadaan barang Rp200 miliar
28 July 2023 14:55 WIB, 2023
Polres Jakbar telusuri anggota polisi yang suruh wartawan bicara dengan pohon
01 September 2022 13:49 WIB, 2022
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB