Puruk Cahu (ANTARA) - Sebanyak 22 desa di Kecamatan Tanah Siang, Kecamatan Barito Tuhup Raya dan Kecamatan Laung Tuhup di Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah dipastikan akan teraliri listrik di tahun 2023 ini.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Murung Raya saat menggelar rapat koordinasi terkait rencana pembangunan Listrik Desa (Lisdes) sesuai roadmap di tahun 2023 yang dilaksanakan di Aula Setda Gedung A di Puruk Cahu, Rabu.

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Murung Raya, Hermon serta didampingi Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Murung Raya Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Fery Hardy. Rapat juga dihadiri oleh Unit Pelaksana Proyek Kelistrikan (UP2K) Provinsi Kalimantan Selatan, jajaran PLN ULP Puruk Cahu, unsur OPD, beberapa camat, lurah dan sejumlah kepala desa.

Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Setda Murung Raya, Awin Restiana mengatakan saat ini baru sebanyak 60 desa termasuk di dalamnya kelurahan yang sudah teraliri listrik, sedangkan yang belum ada sebanyak 65 desa.

“Ada 60 desa yang sudah teraliri listrik tersebar di enam kecamatan, sedangkan 65 desa yang belum terlayani PLN berada di tujuh kecamatan,” sebutnya.

Baca juga: UHC Awards Murung Raya menjadi momentum tingkatkan mutu layanan

Untuk roadmap rencana pembangunan Lisdes di 2023, pihaknya mengusulkan 18 desa di tiga kecamatan, tetapi setelah berkoordinasi dengan pihak PLN, jumlahnya bertambah menjadi 22 desa.

“Usulan awal di Kecamatan Tanah Siang ada lima desa, Kecamatan Laung Tuhup dua desa dan  Kecamatan Barito Tuhup Raya 11 desa. Kemudian setelah diskusi ditambah empat desa lagi di Kecamatan Laung Tuhup sehingga semuanya berjumlah 22 desa” jelas Awin.

Sementara itu Sekda Murung Raya, Hermon mengatakan, ada beberapa kendala terkait pembangunan listrik desa, di antaranya akses jalan tembus menuju desa dan masalah tanam tumbuh milik masyarakat yang akan dilewati oleh jaringan listrik nanti.

“Tentunya untuk menyukseskan rencana ini, pemerintah daerah berharap kepada masyarakat agar mau secara sukarela tumbuhan milik mereka dilakukan pemangkasan atau ditebang untuk membantu mempermudah pembuatan jaringan listrik sampai ke desa,” ungkap Sekda.

Tidak hanya itu, Sekda juga menyatakan seluruh pihak yang berkaitan dalam program ini siap berkomitmen agar 22 desa di Kabupaten Murung Raya pada tahun ini bisa teraliri listrik, dan untuk desa yang belum bisa teraliri listrik secara bertahap akan dibangun.

Baca juga: Pemkab Murung Raya terima penghargaan UHC BPJS Kesehatan

Baca juga: Tingkatkan mutu pendidikan, 92 PAUD di Murung Raya ikuti sosialisasi akreditasi

Baca juga: UHC Murung Raya sebagai bentuk kepedulian bagi kesehatan masyarakat


Pewarta : Supriadi
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024